KABAR BIREUEN – Memasuki musim hujan bulan September – Desember sejumlah titik badan jalan negara Banda Aceh – Medan di kawasan Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen digenangi air, akibatnya pengendara sepeda motor saat melintasi wilayah itu merasa terganggu.

Muhazar, warga Desa Lapang Timu kepada Kabar Bireuen, Rabu ( 9/10/2019 )
Menuturkan, sejumlah titik badan jalan yang sering tergenang adalah di depan Meunasah Geurugok, kemudian di pasar Gandapura depan rumah makan teungku Jek , berikutnya di depan puskesmas Gandapura, depan SMA 1 dan yang terakhir di dekat jambo rujak Teupin Siron.

“Diantara sekian tempat itu, yang paling parah di depan SMA 1 Gandapura, airnya bisa bertahan sampai sehari kalau hujan tidak bertambah,” jelas Muhazar.

Dikatakan, kondisi genangan seperti ini sudah bertahun tahun dibiarkan pemerintah, sementara tindak lanjut perbaikan tidak ada.

“Nampaknya pemerintah kurang respon dengan hal ini, sampai saat ini belum ada solusi serius yang ditunjukkan untuk membuat riol sehingga air cepat hilang,” kata Muhazar.

Bagi pengguna sepeda motor sangat mengganggu karena ketika mobil melintas ditempat itu , percikan air membuat pakaian basah dan kotor.

Terkait hal itu, Camat Gandapura, Ibrahim S.Sos yang dihubungi media menjelaskan, dia selaku pemerintah setempat sudah menyampaikan kondisi ini kepada pihak yang berkompeten yang menangani jalan negara.

“Kami sudah menyampaikan masalah ini ke provinsi juga bupati dan pernah mengajukan proposal ke pokja pusat bagian jalan negara yang berkantor di lhokseumawe, namun sampai hari ini belum ada realisasinya,” ujar Camat Ibrahim.

Camat Ibrahim berharap keadaan ini agar segera diatasi dalam waktu dekat, minimal pembuatan riol disebelah utara jalan yang di posisi tergenang sebab hampir semua lokasi itu berbatasan dengan bekas pertapakan rel kereta api yang kondisinya tanah lebih tinggi dari badan jalan sehingga air tidak bisa mengalir normal.

“Untuk mengatasi hal tersebut sangat dibutuhkan saluran pembuang disisi utara badan jalan, sehingga pengguna jalan nyaman,” pungkas Ibrahim. (Faisal Ali)

BAGIKAN