KABAR BIREUEN– Mahasiswa KKN kelompok 55 Universitas Malikussaleh bersama Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Bireuen di bawah kendali Kapusdalops Teguh Mandiri Putra SSTP melakukan inovasi pembuatan hand sanitizer dari bahan alami utama lidah buaya.

Kegiatan tersebut di lakukan pada hari Senin (11/05/2020) oleh kelompok 55 yang beranggotakan tujuh orang diantaranya Sukma Mustika (Pendidikan Dokter), Silvia Agustina (Pendidikan Fisika), Mira Ulfa (Agribisnis), Siti Maghfirah (Agribisnis), Aris Sandi (Teknik Mesin), Rizki Aulia (Teknik Mesin), Muhammad Reza (Teknik mesin).

Sukma sebagai perwakilan kelompok 55 menjeslakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk membantu mengurangi kelangkaan hand sanitizer saat ini.

Sukma mengatakan hand sanitizer ini efektif dan lebih mudah digunakan untuk mengurangi kuman yang menempel ditangan.

“Bahan dasar yang kami gunakan untuk membuat hand-sanitizer ini adalah lidah buaya yang mempunyai sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri. Senyawa yang terkandung di dalam lidah buaya tidak hanya bisa membunuh kuman, namun juga dapat membuat tangan jadi lebih lembab. Rencananya hand-sanitizer ini akan di bagikan kepada pedagang,” sebutnya.

Anggota RAPI Edy Sanova (JZ01FCL) selaku ketua RAPI RIDERS bersama rekan lainnya yang bertugas di posko yang berlokasi di Meuligoe Bireuen itu juga memberikan respon yang positif dan dukungan penuh terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN kelompok 55 Universitas Malikussaleh.

Sementara, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Hafifah, SP., MP sangat mengapresisia kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa yang di bimbingnya.

“Harapan saya semoga kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat dan semoga pandemi ini cepat berlalu,” katanya. (REL)

BAGIKAN