KABAR BIREUEN – Ratusan mahasiswa dan pemuda Kabupaten Bireuen siap menggelar aksi damai bertajuk “Gerakan Aksi 2 September” di halaman Kantor DPRK Bireuen pada Senin (2/9/2019) mendatang.

Kesiapan tersebut diungkapkan Koordinator Aksi Damai “Gerakan Aksi 2 September”, Muhammad Dian, dalam konferensi pers dengan wartawan liputan Bireuen di Cawan Coffe, Senin (26/8/2019).

Disebutkannya, aksi damai itu dilaksanakan dalam rangka refleksi dua tahun kepemimpinan H. Saifannur, S.Sos – Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si (10 Agustus 2017-10 Agustus 2019), sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen.

Aksi damai tersebut, kata dia, sengaja dilaksanakan bersamaan dengan hari pelantikan anggota DPRK Bireuen periode 2019-2024 pada Senin (2/9/2019). Tujuannya, agar para anggota DPRK Bireuen yang dilantik hari itu, dapat sama-sama mengawal pemerintahan supaya berjalan dengan baik dan benar, untuk kepentingan masyarakat.

“Nanti jangan sampai saling menyalahkan antara legislatif dan eksekutif. Makanya, kami sengaja menggelar aksi damai ini bertepatan dengan pelantikan anggota dewan Bireuen yang baru nanti,” begitu alasan Muhammad Dian, terkait pelaksanaan aksi damai tersebut yang bertepatan dengan acara pelantikan anggota DPRK Bireuen.

Menurut Muhammad Dian, aksi damai “Gerakan Aksi 2 September” itu, akan selalu digelar mahasiswa dan pemuda Bireuen, sebagai agenda rutin setiap tahun.

Hal tersebut, kata dia, perlu dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab pihaknya untuk mengawasi pemerintahan Bireuen, agar berjalan dengan baik dan bernar serta berpihak kepada kemaslahatan rakyat.

Selain Muhammad Dian yang berasal dari Universitas Almuslim (Umuslim), dalam kesempatan tersebut, sejumlah rekan-rekannya dari perwakilan mahasiswa dan pemuda Bireuen, juga ikut memberikan statement.

Merela terdiri dari Akhyar Rizki dari Forum Mahsiswa Bireuen (Formab), Ismail Mubarrak dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Syibran Malasi dari HMI MPO Bireuen, Abdillah dan Aulia Faqrur Razi dari Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Alhafiz Jeumpa dari Pelajar Islam Indonesia (PII) serta Amsal dari PB HIMABIR.

Dalam paparan masing-masing, pada intinya mereka menilai, selama dua tahun ini kepemimpinan Saifannur – Muzakkar, perkembangan pembangunan di Kabupaten Bireuen, masih sangat lamban dan terkesan jalan di tempat.

Begitu juga dengan visi misi mereka, menurut penilaian para mahasiswa dan pemuda tersebut, masih jauh panggang dari api. Masih minim sekali realisasinya.

“Karena itu, kami tidak boleh tinggal diam dan harus bergerak untuk mengingatkannya melalui Gerakan Aksi 2 September. Ini demi untuk kebaikan kita bersama seluruh masyarakat Bireuen,” jelas salah seorang perwakilan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, mereka juga menegaskan, aksi damai “Gerakan Aksi 2 September” ini murni sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa dan pemuda Bireuen, dalam menyikapi dua tahun kepemimpinan Saifannur – Muzakkar. Tanpa dimanfaatkan atau ditunggangi oleh pihak manapun. (Suryadi)