M YUSUF USMAN

KABAR BIREUEN – Jadwal pasti putaran Liga 3 PSSI Aceh memang belum ditentukan hingga saat ini. Namun, PSSB Bireuen telah menentukan tim pelatih. Tujuannya, untuk lebih memantapkan persiapan mengikuti kompetisi di tingkat regional Aceh nanti.

Rapat terbatas penunjukan tim pelatih tersebut digelar di kantor PSSB, Minggu (4/7/2021) sore. Rapat yang dipimpin Ketua Umum PSSB, Drs H Mustafa A Glanggang, berlangsung singkat. Agenda utamanya, hanya pembacaan surat keputusan tentang penunjukan tim pelatih Liga 3 PSSB.

Dalam rapat itu juga diumumkan tim pelatih Liga 3 PSSB. Sebagai kepala tim pelatih tersebut, dipercayakan kepada M Yusuf Usman, mantan gelandang PSSB Bireuen di era 1980-an.

Dalam melaksanakan tugasnya, putra Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan, itu dibantu oleh Sanusi Ishak sebagai asisten dan Safri Erliwan, juga sebagai asisten merangkap pelatih kiper. Sedangkan direktur teknik, Bakhtiar Juli dan Darmawan sekretaris tim manajemen.

Dalam kesempatan tersebut, Mustafa menyatakan, kejayaan PSSB masa lalu, ingin dibangkitkan kembali oleh pengurus sekarang di bawah kepemimpinannya.

Hal itu, didukung sepenuhnya oleh Sekretaris Umum PSSB Tarmizi Hamid alias Tar Beuligat, ketua bidang Munzir Amin dan Maimun Abidin serta wakil sekretaris Iskandar alias Tu Ih.

MUSTAFA A GLANGGANG

Kepada tim pelatih, Mustafa mengharapkan pada 8 Juli 2021 mendatang, sudah mulai latihan di Stadion Cot Gapu Bireuen. Sebab, sebanyak 26 orang dari 250 peserta yang ikut seleksi sebelum masa Covid-19 setahun lalu, terakhir tersisa 60 pemain yang ikut kembali seleksi latihan, telah ditetapkan oleh tim seleksi PSSB.

“Saya bersama pengurus PSSB lainnya, akan terus memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan latihan nanti,” tegas Bupati Bireuen periode 2002-2007 ini.

Menurut Mustafa, soal Covid-19 bukan menjadi suatu halangan berarti dalam mengikuti latihan. Yang penting semua protokol kesehatan harus dipatuhi sebagaimana ketentuannya.

Kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Mustafa mengharapkan doa dan dukungan sepenuhnya. Sebab, PSSB yang pernah bertengger di Divisi Utama PSSI pada tahun 2006 silam, juga sudah menjadi bagian dari ‘denyut jantung’ Kabupaten Bireuen. (Rel)