KABAR BIREUEN, Peusangan – Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara).
Hal itu diungkapkan Camat Peusangan, Alfian, SSos kepada Kabar Bireuen di Matangglumpangdua, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, ia telah mengundang empat keuchik (kepala desa) di jajarannya, Keuchik Pante Lhong, Keuchik Gampong Raya Tambo, Keuchik Gampong Raya Dagang dan Keuchik Kapa.
BACA JUGA: Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat untuk Korban Banjir di Pante Lhong
Kepada empat keuchik tersebut Alfian menyampaikan terkait huntara maupun hunian tetap (huntap).
“Setelah kami jelaskan bahwa huntara tidak dibangun di tempat masing-masing. Dan Keuchik Pante Lhong langsung menyampaikan tidak butuh huntara, tetapi huntap dipercepat,” ungkapnya.
Sementara, Keuchik Gampong Raya Tambo, Keuchik Gampong Raya Dagang dan Keuchik Kapa, lanjut Alfian, tidak langsung memberikan jawaban butuh atau menolak huntara.
BACA JUGA: Warga Pante Lhong Minta Penanganan Darurat Jalan Rusak Parah Dihantam Banjir Bandang
“Mereka musyawarah dulu dengan masyarakat korban,” terang Camat Alfian.
Keuchik Kapa Tolak Huntara Dibangun di Luar Gampong
Keuchik Kapa, Evendi, SPd MPd yang ditemui terpisah mengaku, butuh huntara jika dibangun di tempat yang telah disediakan.
BACA JUGA: Korban Banjir di Balee Panah Berharap Tidak Direlokasi ke Luar Gampong
“Kalau (huntara) dibangun di luar gampong (Kapa) kami menolak,” tegas Keuchik Evendi yang mengaku telah mempersiapkan lahan untuk pembangunan huntara yang berada tidak jauh dari aliran sungai (DAS Krueng Peusangan).
Menurutnya, di Gampong Kapa sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
Selain rusak berat, puluhan unit rumah lainnya rusak sedang dan ringan. “Sumur warga kami hampir semuanya tertimbun lumpur. Toilet juga rusak,” pungkasnya. (Rizanur)












