Koordinator GeRAK Bireuen: Pengungsi Bukan Menolak Solusi, Tapi Tidak Pernah Diberi Solusi!

KABAR BIREUEN,Bireuen-Pernyataan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen   yang menyebutkan Pemkab sudah memberikan solusi namun pengungsi korban banjir menolaknya adalah tidak benar, bahkan cenderung hoaks.

“Saya menyampaikan ini bukan hanya sebagai bagian dari masyarakat sipil yang peduli, tetapi juga sebagai korban banjir di Bireuen yang melihat dan merasakan langsung situasi di lapangan,” sebut Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Bireuen, Murni M.Nasir, Selasa (17/3/2026).

Dikatakannya, pada aksi damai Koalisi Masyarakat Sipil, Senin, 16 Maret 2026, yang disampaikan oleh perwakilan pejabat Bireuen, bukanlah solusi konkret, melainkan penjelasan panjang tentang mekanisme pendataan.

“Bahkan diakui sendiri bahwa data dari desa kemungkinan belum mutakhir dan akan diperbarui. Pertanyaannya sederhana: sudah empat bulan berlalu, mana pembaruan data itu?” katanya, mempertanyakan terkait data korban banjir.

Murni mengubgkapkan, di tengah terik matahari, masyarakat datang bukan untuk mendengar klarifikasi administratif, tetapi untuk mendapatkan kepastian solusi.

Ketika diminta perwakilan masuk ke ruangan ber-AC, banyak pengungsi menolak, bukan karena tidak kooperatif, tetapi karena mereka ingin transparansi, ingin semua mendengar bersama, bukan hanya segelintir orang.

Koordinator GeRAK Bireuen, Murni M. Nasir. (Foto: Dok.Pribadi)

Narasi bahwa Bupati Bireuen telah memberikan solusi juga tidak sesuai dengan kenyataan yang disampaikan langsung oleh para pengungsi.

Dalam pertemuan di tenda, tidak ada kejelasan ketika korban menanyakan hal paling mendasar, apakah mereka akan mendapatkan huntap atau huntara? Bahkan sebagian hanya dipindahkan dari tenda ke bangunan lain dengan alasan “lebih nyaman, tanpa kepastian masa depan.

Artinya, yang terjadi bukanlah solusi menyeluruh, melainkan penanganan sementara yang terbatas pada mereka yang terlihat, bukan untuk seluruh korban banjir di Bireuen.

“Jika kemudian dikatakan pengungsi sempat menyetujui lalu menolak, itu juga perlu diluruskan. Mereka tidak berubah-ubah tanpa alasan. Mereka berdiskusi, berpikir, dan mengambil sikap secara lebih bijaksana dan kolektif,” terangnya.

Mereka sadar bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk segelintir orang yang bertahan di tenda kantor bupati, tetapi untuk seluruh korban banjir di Bireuen.

Dalam kondisi sulit, pengungsi justru menunjukkan empati dan cara berpikir yang luas, memperjuangkan kepentingan bersama, bukan kelompok.

“Jika masyarakat yang sedang menderita saja mampu berpikir sejauh itu, lalu mengapa pemerintah justru terkesan melihat persoalan ini secara sempit?” pungkasnya. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Jembatan Darurat Kubang Itam Rampung Dikerjakan, Akses Warga Kembali Terhubung

0
KABAR BIREUEN, Juli — Akses transportasi warga Dusun Kubang Itam, Desa Balee Panah–Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kembali terhubung setelah jembatan darurat...

Pastikan Kesiapan Hadapi Akreditasi, BPMI UNIKI Audit Mutu Internal FAPERTA

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperkuat kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi melalui pelaksanaan Audit...

Rangka Billboard Depan RS Jeumpa Hospital yang Tertabrak Truk Kontainer Sudah Dibongkar

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Rangka billboard di jalan Nasional depan RS Jeumpa Hospital Bireuen yang tertabrak truk kontainer beberapa hari lalu sudah dibongkar. Amatan Kabar...

Taklukkan Simpang Mamplam, Kota Juang Pastikan Satu Tiket ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim sepak bola Kecamatan Kota Juang tim pertama yang melaju ke babak semifinal Piala Bupati Bireuen 2026, setelah berhasil menaklukkan...

Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator kinerja keuangan hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut tercermin dari...

KABAR POPULER

Diikuti 17 Grup, Festival Meurukon HUT ke-27 Bireuen Perebutkan Anugerah Bupati

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Memeriahkan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan...

Kalahkan Kuala, Peusangan Tim Terakhir Lolos ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN,Bireuen- Tim Kecamatan Peusangan menjadi tim terakhir yang lolos ke perempat final setelah mengalahkan Kecamatan Kuala dengan skor tipis 1-0, di ajang Kejuaraan...

Pameran UMKM dan Kuliner HUT Ke-27 Kabupaten Bireuen, Stand Kecamatan Pandrah Disesaki Pengunjung

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Stand UMKM Kecamatan Pandrah yang menjual aneka kuliner (kue) khas Aceh di arena Pameran UMKM Kecamatan dan Kuliner dalam rangka...

Semarak HUT ke-27 Bireuen, Festival Literasi Jadi Momentum Bangun SDM Berkualitas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten Bireuen menjadikan Festival Literasi Daerah 2026 sebagai momentum memperkuat budaya membaca sekaligus membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas...

Taklukkan Simpang Mamplam, Kota Juang Pastikan Satu Tiket ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim sepak bola Kecamatan Kota Juang tim pertama yang melaju ke babak semifinal Piala Bupati Bireuen 2026, setelah berhasil menaklukkan...