KONI dan Tim Tinju Bireuen Layangkan Surat Protes Putusan Wasit

KABAR BIREUEN-Komite Olahraga Nasional (KONI) dan Tim Tinju Kabupaten Bireuen, melayangkan surat keberatan dan pengajuan protes, terkait kontroversi putusan wasit hakim tinju di PORA ke 13 Aceh Besar, yang merugikan atlet Bireuen.

Surat keberatan dan pengajuan protes itu ditandatangani Ketua Umum Pertina Bireuen, Lettu CPM Muliadi serta mengetahui Ketua Harian KONI Bireuen, Drs Murdani itu diajukan kepada bagian seksi pertandingan tinju, tembusan Ketua Umum PP PORA ke-13 Aceh Besar dan Ketua Pertina Aceh.Jumat (23/11/2018) malam.

Menurut data yang diperoleh Kabar Bireuen ada beberapa poin yang diajukan dalam isi surat itu, diantaranya, pengumuman wasit hakim pada pertandingan antara petinju Bireuen, M Sadikin dan Saladin dari Pidie Jaya kelas 49 Kg terjadi konteversi.

Dalam surat itu dituliskan, pihaknya mengajukan protes melalui panitia seksi pertandingan, terutama penilaian wasit hakim 3, atas nama Indra Faisal dari Kota Banda Aceh, karena secara mutlak selama tiga ronde, memenangkan serta memberi angka 10 untuk petinju Pidie Jaya, Saladin.

Di poin ke 3 dituliskan, dari informasi yang diterima, wasit tersebut kurang disiplin, dan patut diduga menggunakan obat terlarang (narkoba), sehingga tidak layak ditunjuk sebagai wasit hakim pada even besar PORA.

Untuk membuktikan hal itu, diminta seksi pertandingan tinju melalui seksi kesehatan melakukan tes urine kepada bersangkutan yakni wasit hakim, Indra Faisal.

Lalu, sambil menunggu hasil resmi tes urine dan pemeriksaan hasil jalannya pertandingan, diminta agar hasil pertandingan tersebut dibatalkan.

Ketua pelatih tinju Bireuen, Joniful Bahri saat dihubungi Kabar Bireuen melalui telepon selulernya, mengaku sangat kecewa dengan perilaku oknum wasit hakim tersebut.

“Kalau begini tabiat dan perilaku wasit hakim tinju Aceh, maka tinju di Aceh tidak akan pernah maju dan berkembang,”katanya

Begitu juga, Ia meminta PB Pertina pusat mengevaluasi kejadian ini, apa lagi bila oknum wasit hakim itu diduga ikut menggunakan narkoba di dunia olahraga.

“Padahal selama pertandingan tinju PORA di Aceh Besar ini, ada Supervesor, Nasril Goce dari PB Pertina Pusat, tapi kenyataannya Ia tak mampu berbuat apa-apa,” tegas Joniful Bahri. (Herman Suesilo).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

1.253 Mahasiswa Baru Umuslim Ikuti PKKMB, Rektor Tekankan 6C untuk Bekal Masa Depan

0
KABAR BIREUEN, ,Peusangan – Sebanyak 1.253 mahasiswa baru Universitas Almuslim (Umuslim) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang resmi dibuka di...

Pemkab Bireuen Salurkan Rp554 Juta Banpol Tahap Pertama untuk Lima Parpol

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyalurkan bantuan keuangan partai politik (banpol) tahap pertama sebesar Rp554,116 juta kepada lima partai politik yang...

Kuota dari BPJS Habis, RSUD dr Fauziah Bireuen Tidak Melayani Lagi Pasien Operasi Katarak...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - RSUD dr Fauziah Bireuen tidak dapat melayani lagi pasien operasi katarak teknik Phacoemulsifikasi (sedot) karena kuota diberikan oleh Badan Penyelenggara...

Wujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Polisi

0
KABAR BIREUEN, Peusangan— Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K. mengajak mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga...

Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mendapatkan giliran operasi katarak, sekarang harus menunggu 6 - 12 bulan. Masyarakat pertanyakan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...

KABAR POPULER

Kuota dari BPJS Habis, RSUD dr Fauziah Bireuen Tidak Melayani Lagi Pasien Operasi Katarak...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - RSUD dr Fauziah Bireuen tidak dapat melayani lagi pasien operasi katarak teknik Phacoemulsifikasi (sedot) karena kuota diberikan oleh Badan Penyelenggara...

Saladin Terharu dan Bangga, Telah Purna Tugas Masih Dicintai Wartawan

0
KABAR BIREUEN - Mantan Kapolres Bireuen, Kombes Pol (Purn) Teuku Saladin, SH, mengaku, sangat terharu dan bangga. Meski dirinya telah purna tugas, tapi masih...

Dua orang Meninggal, Satlantas Polres Bireuen Olah TKP Kecelakaan Bus Putra Pelangi dengan Isuzu...

0
KABAR BIREUEN,Samalanga— Unit Laka Lantas Satlantas Polres Bireuen menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kecelakaan lalu lintas antara Bus Putra Pelangi dengan mobil Pick...

Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mendapatkan giliran operasi katarak, sekarang harus menunggu 6 - 12 bulan. Masyarakat pertanyakan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...

Pemkab Bireuen Salurkan Rp554 Juta Banpol Tahap Pertama untuk Lima Parpol

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyalurkan bantuan keuangan partai politik (banpol) tahap pertama sebesar Rp554,116 juta kepada lima partai politik yang...