KABAR BIREUEN–Penyelengara Musrenbang Kecamatan Kota Juang memberikan kesempatan kepada para keuchik, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan untuk menyampaikan berbagai masukan skala prioritas yang sangat mendesak dibutuhkan oleh warga gampong masing-masing  kepada panitia Musrenbang.

Penyampaian berbagai masukan para keuchik dan tokoh perempuan turut dihadiri Plt Bupati Bireuen DR H Muzakkar A Gani,SH, M Si, Ketua DPRK, Sekda dan unsure Forkopimcam.

Salah satu masukan yang menarik disampaikan Keuchiek Pulo Ara Geudong Teungoh H Riwan A Aziz, SH berkenaan dengan Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh yang berlokasi dipusat Kota Juang Bireuen setiap musim hujan tenggelam direndam banjir setinggi satu meter.

Ridwan Aziz mengemukakan, penyebab utama Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh setiap musim penghujan menjadi langganan banjir kiriman dari waduk Paya Peuraden Kecamatan Juli.

Ini lantaran saluran pembuang parit jalan negara Bireuen – Takengon , parit jalan negara Banda Aceh – Medan, mulai dari Titi Rumbia hingga Simpang Gampong Pulo Ara kawasan Telkom Bireuen sudah tidak berfungsi lagi.

Tidak berfungsinya saluran pembuang banjir waduk Peuraden di lintasan jalan negara Bireuen – Tekengon dan Banda Aceh – Medan  menjadi bencana malapetaka terendamnya Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh setiap musim penghujan.

Dikatakan, saat ini saluran pembuang banjir hanya satu arah kejurusan ke kawasan Titi Cureh, itupun salurannya sangat sempit tidak mampu menampung arus banjir yang terlalu besar sehingga berdampak tengelamnya Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh setiap musim penghujan.

Mengatasi bencana banjir Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh sangat berharap kepada Pemkab Buireuen perlu segera mengfungsikan kembali saluran pembuang Simpang Pulo Ara Geudong Teungoh hingga ke Titi Rumbia dan saluran pembuang jalan Bireuen – Takengon agar banjir waduk Para Peuraden dapat tersalur ke Titi Rumbia dan Titi Cureh guna mengatasi bencana banjir Gampong Pulo Ara yang masih menjadi langganan banjir setiap musim penghujan.

“Pembangunan kembali saluran pembuang Simpang Pulo Ara ke Titi Rumbia dan saluran pembuang jalan Bireuen – Takengon dengan lebar minimal  dua meter jangan tertutup seperti sekarang ini harus terbuka jiga tertsumbat sampah dapat dibersihkan dengan gotong royong warga,” sebut Ridwan Aziz. (H.AR Djuli).