KABAR BIREUEN, Bireuen — Perhatian terhadap dunia pendidikan Islam kembali diwujudkan Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si. Melalui jalur aspirasi Anggota DPR Aceh dari Fraksi PPP sekaligus Ketua DPW PPP Aceh tersebut, bantuan Pemerintah Aceh berupa peralatan olahraga disalurkan kepada sejumlah dayah dan pesantren di Kabupaten Bireuen.
Penyaluran bantuan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, dengan pengantaran langsung oleh jajaran DPC PPP Bireuen yang dipimpin Ketua DPC PPP Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., bersama Sekretaris DPC Muhammad Reza, M.Ked., M.K.M., serta jajaran pengurus lainnya.
Ada satu lokasi yang membuat penyaluran bantuan kali ini terasa lebih personal, yakni Pesantren Terpadu Almuslim di Kecamatan Peusangan.
Pesantren tersebut merupakan salah satu lembaga pendidikan yang didirikan Amiruddin Idris. Karena itu, bantuan yang disalurkan ke lembaga tersebut bukan hanya menjadi bagian dari distribusi fasilitas olahraga, tetapi juga memperlihatkan kesinambungan perhatiannya terhadap dunia pendidikan yang telah lama digelutinya.
Amiruddin Idris dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang pendidikan. Dia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Almuslim dan kini tercatat sebagai Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen.
BACA JUGA: Terima Pataka PPP, Edi Obama Siap Jalankan Amanah hingga ke Pelosok Aceh
Dari dunia kampus hingga pendidikan Islam, perhatian terhadap kebutuhan generasi muda menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Bantuan peralatan olahraga tersebut tidak hanya diberikan kepada Pesantren Terpadu Almuslim. Sejumlah dayah dan pesantren lain di berbagai wilayah Kabupaten Bireuen juga menjadi penerimanya.
Masing-masing penerima meliputi Pesantren MDI Israfi Darussa’adah di Desa Nicah, Kecamatan Peusangan; Pesantren Al-Furqan di Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan; Dayah Baitul Ichsan Al-Hanafiah di Gampong Mideun Jok, Kecamatan Samalanga; Dayah Dhiaul Huda di Gampong Keude Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam; serta Dayah Babul Munawwarah di Gampong Iboeh, Kecamatan Jeumpa.
Penyaluran bantuan yang menjangkau sejumlah wilayah tersebut dilakukan DPC PPP Bireuen sebagai bentuk pengawalan terhadap bantuan Pemerintah Aceh yang diperjuangkan melalui jalur aspirasi Amiruddin Idris.
Ketua DPC PPP Bireuen, Edi Saputra, mengatakan, pengawalan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh lembaga pendidikan yang membutuhkan.

Menurut Edi, perhatian Amiruddin Idris terhadap para santri tidak hanya menyangkut aspek pendidikan, tetapi juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka, termasuk aktivitas olahraga.
“Bapak Dr. H. Amiruddin Idris selalu menekankan bahwa santri adalah pilar utama masa depan Aceh. Kami hadir mengantarkan amanah beliau agar para santri memiliki fasilitas terbaik untuk menjaga kebugaran fisik dan kesehatan jiwa dalam menuntut ilmu,” ujar Edi.
Dijelaskannya, bagi lembaga pendidikan dayah dan pesantren, keberadaan sarana olahraga memiliki fungsi yang lebih luas. Fasilitas tersebut dapat menjadi penunjang aktivitas fisik santri di tengah padatnya kegiatan belajar, mengaji, dan berbagai aktivitas kepesantrenan.
Karena itu, penyaluran bantuan tersebut sekaligus menunjukkan perhatian terhadap aspek kesehatan dan kebugaran para santri sebagai bagian dari proses pendidikan.
Bagi PPP Bireuen, keterlibatan dalam penyaluran bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengawal aspirasi masyarakat hingga sampai kepada penerima manfaat.
Sementara bagi Amiruddin Idris sendiri, perhatian terhadap dayah dan pesantren memiliki kaitan erat dengan perjalanan panjangnya di dunia pendidikan. Penyaluran bantuan ke Pesantren Terpadu Almuslim, lembaga yang turut didirikannya, menjadi salah satu sisi menarik dari rangkaian bantuan tersebut.
Dari lembaga yang pernah dia pimpin hingga pesantren yang didirikannya, kiprah Amiruddin Idris di bidang pendidikan terus berlanjut dalam berbagai bentuk.
Kali ini, perhatian itu hadir melalui bantuan fasilitas olahraga yang diharapkan dapat dimanfaatkan para santri untuk menjaga kebugaran, sekaligus mendukung aktivitas mereka selama menempuh pendidikan di dayah dan pesantren.
Bantuan tersebut juga menjadi penghubung antara jalur aspirasi, peran Pemerintah Aceh, dan kebutuhan nyata lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Bireuen. (Suryadi)









