KABAR BIREUEN, Bireuen– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Bireuen, mengelar Lomba Masak Nasi Goreng Ayah Siaga Bireuen Sigap, di Halaman Pendopo Bireuen, Sabtu 3 Oktober 2026, sore.
Perlombaan dalam rangkaian memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026 diikuti peserta dari Kepala Dinas, Kepala Badan, Kantor, Sekretariat dan Kabag di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Bireuen.
Kegiatan tersebut dimeriahkan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., yang berpartisipasi langsung ikut memasak nasi goreng bersama para peserta. Meskipun tidak termasuk sebagai peserta lomba namun kehadiran dan partisipasi beliau menambah semarak dan keakraban acara.
para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab Bireuen, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, Ketua BKMT Kabupaten Bireuen, Ny Hiryani Razuardi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis melalui Penanggung jawab kegiatan, Irmawati.S.M.Ling dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen menjelaskan perlombaan ini dirancang bukan sekadar kompetisi kuliner biasa, melainkan
sebuah gerakan moral untuk mengampanyekan kesetaraan gender dan pembagian peran yang seimbang di dalam keluarga.
Keterlibatan seorang ayah atau kepala rumah tangga dalam menyiapkan asupan nutrisi dalam keluarga memegang peranan krusial bagi ketahanan pangan, kesehatan, dan keharmonisan keluarga.
Melalui perlombaan ini, para pejabat publik di Kabupaten Bireuen diharapkan dapat memberikan teladan nyata (role model) bagi masyarakat luas mengenai pentingnya peran aktif ayah dalam mendukung pemenuhan gizi seimbang sejak dini.

Selain memeriahkan HUT Ke-27 Kabupaten Bireuen, kegiatan ini bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran ayah
dalam mendukung gizi keluarga melalui penyiapan makanan sehat.
Mengampanyekan pemanfaatan pangan lokal yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA).
Mempererat tali silaturahmi dan sinergisitas antar jajaran kepala dinas, kepala badan, kantor, sekretariat dan kabag di lingkungan Pemkab Bireuen.
“Kategori menu wajib yang disajikan berupa menu nasi goreng keluarga yang sehat, bergizi seimbang, serta aman dikonsumsi (konsep
B2SA), dengan mengutamakan bahan pokok beras atau kreasi olahan,” jelasnya.

Kriteria penilaian bobot, cita rasa dan tingkat kematangan (keharmonisan rasa bumbu, tekstur hidangan, dan kesegaran masakan).
Kesesuaian tema dan nilai gizi (kecocokan menu untuk keluarga, keseimbangan gizi B2SA, pemanfaatan komoditas pangan lokal)
“Kreativitas dan penyajian (estetika plating, kerapian hidangan, keunikan kombinasi warna dan bentuk pangan),” sebutnya.
Kebersihan dan manajemen waktu (kebersihan meja kerja pra/pasca masak, higienitas pengolahan bahan, ketepatan menyelesaikan menu dalam 60 menit)
Kekompakan dan aksi panggung (ekspresi keseruan memasak peran seorang ayah, keselarasan kerja dengan anggota keluarga/ asisten). (Hermanto)













