KABAR BIREUEN, Bireuen—Kampung Zakat Gampong Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk kategori Highest Social & Mustahik Impact, dengan capaian skor 93 dari 100.
Penghargaan ini diraih atas hasil kolaborasi program pemberdayaan bersama LAZNAS Yayasan Salam Setara Amanah Nusantara.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag diterima Bupati Bireuen Ir. H Mukhlis ST bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd.
Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Kuliah Bersama UIN Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (17/9/2026), yang turut dihadiri jajaran pejabat Kementerian Agama serta perwakilan lembaga amil zakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Penetapan Gampong Pulo Siron sebagai penerima penghargaan tidak lepas dari perjalanan panjang pemulihan pascabencana yang dialami wilayah tersebut.
Sebelumnya, kawasan ini pernah dilanda banjir bandang yang merusak sekitar 70 persen wilayah persawahan, dengan hanya sekitar 10 persen lahan yang masih dapat dikategorikan produktif.
Dari kondisi tersebut, program pemulihan aset produktif dijalankan melalui pengembangan peternakan bebek berbasis keterampilan lokal, didukung ketersediaan kandang serta pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Program pemberdayaan ini menyasar 20 anggota Kelompok Peternak Sejahtera, yang terdiri atas petani, perempuan, ibu rumah tangga, dan pemuda setempat.
Pelaksanaannya dirancang secara bertahap dalam tiga tahun: tahun pertama difokuskan pada pemulihan kandang dan peningkatan produksi telur, tahun kedua diarahkan pada peningkatan populasi ternak dan perluasan pasar.
Sementara tahun ketiga menitikberatkan pada regenerasi ternak serta pembentukan koperasi atau unit usaha kelompok.
Rangkaian tahapan ini pada akhirnya menghasilkan tiga lapis dampak yang saling berkesinambungan, yakni pemulihan pascabencana, peningkatan pendapatan keluarga, hingga terciptanya aset produktif bagi masyarakat.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T. mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam atas penetapan Gampong Pulo Siron sebagai Kampung Zakat percontohan tingkat nasional.
“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas ditetapkannya Gampong Pulo Siron sebagai Kampung Zakat. Ini adalah hasil kerja keras masyarakat, pendampingan yang konsisten, serta proses yang dijalankan sesuai prosedur dan tata kelola yang benar, sehingga layak menjadi contoh bagi gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen,” sebutnya.
Bupati juga menegaskan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program zakat produktif, jika dikelola dengan tertib administrasi dan pengawasan yang baik, mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pascabencana.
Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen terhadap pengelolaan zakat berbasis kampung.
Program Kampung Zakat di Gampong Pulo Siron dinilai mampu memberikan dampak sosial yang signifikan bagi para mustahik, mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, hingga penguatan solidaritas sosial di tingkat gampong.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta lembaga amil zakat nasional dalam merancang program yang tepat sasaran,” katanya.
Model pengelolaan zakat produktif yang diterapkan di Pulo Siron dinilai layak menjadi percontohan bagi gampong-gampong lain, tidak hanya di Kabupaten Bireuen tetapi juga di wilayah Aceh secara keseluruhan.
Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Kabupaten Bireuen sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan zakat terbaik di Indonesia, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengembangkan program-program pemberdayaan berbasis zakat yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menyampaikan, penghargaan ini merupakan buah dari sinergi lintas lembaga yang terjalin selama proses pembinaan berlangsung.
“Penghargaan ini berkat kerja sama yang solid antara Kementerian Agama Kabupaten Bireuen dengan Badan Amil Zakat Nasional, ditambah dukungan penuh dari LAZNAS Yayasan Salam Setara Amanah Nusantara. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci keberhasilan program di Gampong Pulo Siron, mulai dari pemulihan pascabencana hingga terbentuknya aset produktif yang berkelanjutan bagi mustahik,” jelasnya.
Ia berharap capaian ini dapat memotivasi gampong-gampong lain di Bireuen untuk turut mengembangkan model pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan masyarakat. (Ihkwati)










