KABAR BIREUEN, Aceh Besar – Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-II 2026 di Hotel Madinatul Zahra, Lampeuneureut, Aceh Besar, Sabtu-Minggu (3-4/10/2026).
Rakerwil dengan tema “Penguatan Organisasi dan Sinergi Penghulu untuk Mewujudkan Program Kerja APRI Aceh yang Profesional, Solid dan Berkelanjutan”, tersebut dibuka Kepala Kantor Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi.
Mantan Kabid Urais itu mengatakan, APRI Aceh harus mendukung setiap program prioritas Kementerian Agama seperti program revitalisasi KUA dan digitalisasi layanan KUA.
“APRI bukan hanya organisasi profesi, namun juga harus mampu menjalankan program prioritas Kementerian Agama. Karena KUA merupakan garda terdepan Kemenag di tingkat kecamatan. Sedikit saja jika ada penghulu atau institusi KUA yang berbuat keliru dalam pelayanan atau ada contoh yang kurang baik dari penghulu dan jajarannya, masyarakat langsung memberikan stigma negatif,” ingat Azhari.

Kegiatan ini diikuti 128 penghulu se-Provinsi Aceh yang tergabung dalam Pengurus Wilayah APRI Provinsi Aceh serta para Pengurus Cabang APRI Kabupaten/Kota se-Aceh.
Ditambahkannya, APRI harus punya kompetensi dan terobosan dalam melaksanakan setiap program digitalisasi. Untuk itu penghulu harus melek teknologi. Misalnya membuat bimbingan perkawinan tidak mesti secara tatap muka.
“APRI juga bisa melaksanakan bimbingan perkawinan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menekan anggaran dan dengan melibatkan para penyuluh agama,” ungkapnya.
Ketua PW APRI Aceh, Fadli S.Ag MH, dalam sambutannya mengatakan, Rakerwil ke-II kali ini sangat penting guna mengevaluasi kinerja PW APRI Aceh tahun 2026, baik itu program yang telah dilaksanakan serta peningkatan kinerja dan pembahasan program kerja 2027.

“Program yang kita lahirkan pada Rakerwil pertama sudah kita realisasikan termasuk kita mulai dari pembenahan organisasi seperti kepatuhan dalam membayar iuran keanggotaan,” tukas Kepala KUA Darul Ihsan itu.
Ketua panitia Rakerwil ke-II, Yusti, S HI, M.Ag, dalam laporannya menyebutkan, sebagai wadah organisasi penghulu, APRI Aceh terus berkembang dan berkontribusi terhadap dinamika yang ada. APRI Aceh semakin solid yang ditandai dengan banyaknya peserta Rakerwil kali ini.
“Rakerwil diikuti oleh 128 orang peserta yang berasal dari seluruh pengurus PW dan PC APRI Aceh yang terdiri dari 59 orang PW dan 69 orang dari PC se-Aceh,” katanya.
Di penghujung acara, PW APRI Aceh turut memberikan anugerah dan penghargaan kepada instansi pembina dan PC APRI se-Aceh.

Penghargaan kepada instansi pembina diterima langsung oleh Kepala Kemenag Aceh, Drs Azhari, M Si. Sedangkan untuk PC APRI yang mendapat penghargaan di antaranya;
1. Penghargaan kategori Responsif dalam pelayanan anggota jatuh kepada PC APRI Aceh Utara.
2. Penghargaan Partisipatif terhadap keterlibatan anggota dan organisasi. anggota ke PC Banda Aceh.
3. Penghargaan Progresif diberikan kepada PC APRI Aceh Selatan.
4. Penghargaan Publikatif terhadap publikasi organisasi di media massa jatuh kepada PC APRI Bireuen.
5. Penghargaan Akuntatif diraih PC APRI Aceh Tengah.
6. Penghargaan Kolaboratif kepada PC Aceh Tamiang.
7. Penghargaan Inovatif kepada PC APRI Aceh tenggara.
8. Penghargaan Kreatif diraih PC APRI Aceh Jaya.
Hadir Pelaksana Tugas Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh, Dr Alfirdaus Putra, SHI, MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan, Khairul Huda, SHI, MSi, Ketua Tim Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Khairuddin SAg, MA, Ketua DWP Kanwil Kemenag Aceh, Ny. Nurlaili Azhari, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Aceh, Dra. Evi Sri Rahayu dan Ketua Dewan Pengurus Daerah Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (DPD IKAN) Aceh, Rusmadi. (Red)













