KABAR BIREUEN, Peusangan -Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijrah – 2026 Masehi, di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 1 Bireuen, saat lantunan salawat mengiringi penyerahan santunan kepada puluhan siswa yatim.
Penyerahan santunan merupakan momen yang sangat menyentuh hati, dimana puluhan siswa yatim yang menempuh pendidikan di MIN 1 Bireuen, menggambarkan rasa syukur dan kebahagiaan terhadap kepedulian dan perhatian yang diberikan madrasah.
Seluruh rangkaian keringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijrah – 2026 Masehi berlangsung di halaman Madrasah setempat di Matangglumpangdua, Kamis (24/9/2026) dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah, Anis S.Ag.
Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang aneka lomba, kenduri makan bersama dan tausyiah oleh Tgk Wahyu Aulia dengan topik tausyiah Meneladani cara dan gaya hidup Rasulullah, dan resiko dan tanggung jawab guru dalam mendidik anak-anak.
Dalam sambutannya Kasi Pendidikan Madrasah, Anis S.Ag, mengatakan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebatas seremonial atau perayaan tahunan belaka, melainkan momentum penting untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengapresiasi kepala madrasah beserta guru yang telah memajukan madrasah ini sehingga saat ini masih antusias masyarakat mengantar anak-anaknya ke MIN 1 Bireuen.
“MIN 1 Bireuen harus nomor satu dalam prestasi di Kabupaten Bireuen,” harapnya.
Kepala MIN 1 Bireuen Sardani S.Pd, berharap dengan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seluruh warga madrasah dapat meneladani akhlak mulia (uswatun hasanah) Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu kegiatan ini bertujuan membentuk karakter murid yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan kepribadian yang luhur.
Ada beberapa poin penting yang diharapkan kepada siswa dari peringatan Maulid Nabi ini, yaitu menanamkan karakter dan akhlak mulia, meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah, memperkuat iman dan takwa.
“Dan mempererat silaturahmi dalam segala kondisi, baik dalam suasana kebersamaan, kebahagiaan dan kesusahan,” ujar Sardani.
Disebutkan ada 40 murid yatim, piatu madrasah yang ia pimpin menerima santunan berupa bantuan uang tunai berasal dari sedekah yang dihimpun dari dewan guru keluarga besar madrasah dan pengurus komite MIN 1 Bireuen.
“Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan menjadi berkah bagi anak-anak yatim di madrasah kita, serta menumbuhkan jiwa sosial bagi seluruh siswa lainnya,” harap Kepala MIN 1 Bireuen.
Lanjutnya, sebelum hari puncak kegiatan digelar, kita juga mengadakan berbagai perlombaan antar kelas, diantaranya lomba Tahfidz.
Kaligrafi, tilawah, pidato Bahasa Arab, pidato Bahasa Inggris, pidato Bahasa Indonesia dan cerdas cermat.
“Terima kasih kepada semua pihak atas partisipasi dan dukungan pada kegiatan ini dan kepada pengurus komite madrasah atas dukungan program-program di madrasah ini. (Hermanto)












