KABAR BIREUEN, Peusangan — Universitas Almuslim (Umuslim) membuka ruang dialog langsung dengan organisasi mahasiswa (Ormawa) untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas berbagai kebutuhan pengembangan kampus. Forum audiensi khusus tersebut digelar di Ruang RKU 1, Kampus Timur Universitas Almuslim, Rabu (30/9/2026).
Audiensi yang digagas Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)/Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) bersama Presiden Mahasiswa (Presma) Umuslim itu menjadi momentum memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan jajaran pimpinan universitas.
Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menyambut positif forum tersebut. Menurutnya, komunikasi terbuka dengan mahasiswa penting untuk memastikan berbagai masukan yang muncul dapat menjadi bagian dari upaya pembenahan dan pengembangan universitas.
Dalam kesempatan itu, Marwan mengatakan, pihak rektorat terus berupaya memperbaiki pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong pencapaian Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Umuslim menuju predikat Unggul.
“Status pencapaian sebuah institusi besar di era 5.0 ditentukan oleh pencapaian APT dengan dua aspek penilaian, yaitu terakreditasi dan tidak terakreditasi. Ini menjadi tujuan utama Umuslim ke depan,” ujar Marwan.
Dalam audiensi tersebut, Rektor juga mengapresiasi capaian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Umuslim yang baru-baru ini berhasil meraih lima akreditasi unggul pada program studi.
Capaian tersebut, kata Marwan, menjadi salah satu tolok ukur sekaligus fondasi penting dalam upaya mewujudkan target APT Unggul bagi Universitas Almuslim.
Di hadapan mahasiswa, Rektor juga mendorong mahasiswa untuk bangga menuntut ilmu di Umuslim. Ia menyebut pertumbuhan jumlah mahasiswa baru yang meningkat signifikan menjadi salah satu indikator perkembangan kampus.
Sesi dialog berlangsung interaktif. Sejumlah aspirasi mahasiswa terkait pengembangan fasilitas dan infrastruktur kampus turut mendapat respons dari pihak rektorat.
Universitas berkomitmen melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap, di antaranya melalui penambahan fasilitas olahraga serta pembangunan gedung dan ruang belajar yang lebih nyaman.
Marwan menegaskan, kritik dan saran dari mahasiswa akan tetap menjadi bagian penting dalam proses pengembangan universitas.
Dia juga mengingatkan mahasiswa agar menjalankan perannya sebagai agen perubahan (agent of change) dengan tetap mengedepankan semangat pendidikan dan pengembangan diri.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar ijazah. Mereka juga perlu membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Marwan menekankan pentingnya penguasaan 6C, yakni Communication, Collaboration, Creativity, Critical Thinking, Citizenship, dan Character.
Keenam keterampilan tersebut mencakup kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan, bekerja sama dalam tim, berpikir kreatif dan inovatif, menganalisis informasi serta memecahkan masalah, memiliki kepedulian sosial, serta membangun integritas, disiplin, dan etika.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. drh. Zulfikar, M.Si., menyambut baik pelaksanaan audiensi antara pimpinan universitas dan Ormawa.
Da menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan, baik yang berkaitan dengan lingkungan kampus maupun kegiatan mahasiswa di luar kampus.
“Perlu diingat, kalian di sini berada di bawah naungan universitas. Apa pun persoalannya, baik di dalam maupun di luar, wajib dikomunikasikan dengan pihak universitas,” ujar Zulfikar.
Sikap terbuka jajaran pimpinan universitas mendapat apresiasi dari para pimpinan mahasiswa.
Ketua MPM Umuslim, Imam, menyambut baik keterbukaan yang ditunjukkan pihak rektorat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka memberikan ruang bagi sivitas akademika dan mahasiswa untuk membangun kolaborasi secara nyata demi kemajuan Umuslim.
Hal senada disampaikan Presiden Mahasiswa Umuslim, Reza. Ia berharap forum komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan universitas dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurut Reza, keberlanjutan forum tersebut penting agar suara, aspirasi, dan gagasan mahasiswa tetap tersampaikan sekaligus dapat ikut mengawal perkembangan kampus ke depan.
Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Senat Umuslim Ir. T.M. Nur, M.Si., Wakil Rektor I Hakim Muttaqim, B.Soc.Sc., S.H., M.Ec.Dev., Wakil Rektor II Dr. Sonny M. Ikhsan Mangkuwinata, M.Si., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. drh. Zulfikar, M.Si., jajaran dekan di lingkungan Umuslim, kepala biro, kepala bagian kemahasiswaan dan humas, para wakil dekan bidang kemahasiswaan, serta seluruh pengurus Ormawa di lingkungan Universitas Almuslim. (Red)









