KABAR BIREUEN, Kuala – Belasan siswa SMA Negeri 1 Kuala Bireuen, Desa Lhok Awe-Awe, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, harus mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Fauziah Bireuen setelah mengalami keluhan mual usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (17/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat sekolah, sekitar pukul 10.10 WIB.
Pihak sekolah kemudian mengambil langkah cepat setelah jumlah siswa yang mengeluhkan kondisi serupa mulai bertambah hingga mencapai 19 orang.
Para siswa tersebut dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis.
Kepala SMA Negeri 1 Kuala Bireuen, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P kepada wartawan mengatakan, kejadian bermula ketika sejumlah siswa mengeluh mual, pusing dan mual.
“Siswa mengeluh mual setelah menyantap olahan daging ayam dalam paket makanan MBG yang dilaporkan mengeluarkan aroma yang tidak sedap,” sebutnya.
Beberapa siswa yang mulai mengeluhkan mual lalu melaporkan kondisi mereka kepada guru yang bertugas di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Guru di sekolah sempat memberikan pertolongan pertama kepada siswa.
Namun, karena jumlah siswa yang mengalami keluhan bertambah, pihak sekolah memutuskan membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan kendaraan sekolah serta kendaraan pribadi milik guru.
Adapun makanan MBG yang dibagikan kepada siswa pada hari tersebut terdiri dari nasi, tahu goreng, ayam kecap dan buah semangka.
Nurul Aini menyebutkan, seluruh siswa yang mengalami keluhan telah dibawa ke RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah juga berencana meningkatkan pemeriksaan terhadap makanan yang diterima sebelum dibagikan kepada siswa.
“Kami akan memperketat pemeriksaan dan melakukan re-check terhadap setiap makanan yang diterima sebelum dibagikan kepada para siswa,” ujarnya.
Hingga Kamis sore, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan.
Dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penelusuran lebih lanjut terhadap makanan MBG yang dikonsumsi.
Pihak sekolah juga masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah keluhan para siswa berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau terdapat faktor lain.
Sementara itu, konfirmasi dari pihak penyedia makanan MBG dan instansi terkait masih diupayakan untuk mengetahui proses penyediaan dan distribusi makanan yang dibagikan kepada siswa SMA Negeri 1 Kuala Bireuen tersebut. (Ihkwati)













