KABAR BIREUEN – Informasi yang beredar dalam beberapa hari ini yang menyebutkan di Kabupaten Bireuen akan dibangun bandar udara (bandara) ternyata faktanya, yang akan dibangun hanya runway atau landasan pacu.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Bireuen, Mulyadi SE yang dikonfirmasi Kabar Bireuen di ruang kerjanya Kantor Dinas Perhubungan setempat di kawasan Blang Bladeh, Bireuen, Senin (25/9/2017).
Dikatakan Mulyadi, untuk mendukung program Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf, terkait pembelian pesawat, maka akan dibangun sejumlah airstrip atau landasan pendaratan pesawat di beberapa Kabupaten di Aceh. Salah satunya di Kabupaten Bireuen.
Untuk mematangkan rencana tersebut, Dinas Perhubungan Aceh juga telah turun ke dua lokasi yang akan dijadikan landasan pacu tersebut untuk melakukan survey lapangan Sabtu, 23 September 2017.
“Runway yang akan dibangun tersebut sepanjang 700 meter dengan lebar 23 meter. Diperkirakan anggaran untuk pembangungannya mencapai Rp 1 miliar. Itu untuk pembebasan lahan, pembangunan runway, dan penyediaan radio komunikasi,” sebutnya.
Terkait lokasi landasan pacu itu, Mulyadi mengungkapakan, ada dua titik yang disurvey, yaitu di kawasan Sagoe, Kecamatan Peusangan dan di kawasan di atas Cot Buket, Kecamatan Peusangan.
Tim survey, ungkapnya, juga telah mencatat nama-nama pemilik lahan di dua lokasi tersebut, yang jika nantinya jadi dibangun landasan pacu di sana, maka akan dilakukan pembebasan tanah.
Dikatakannya, pesawat yang bisa mendarat di landasan pacu itu, pesawat berbadan kecil dengan 7 penumpang, termasuk pilot. Dia berharap pesawat sejenis Susi Air juga bisa mendarat di landasan tersebut nantinya.
“Dengan adanya landasan itu dan pesawat yang bisa mendarat, maka bisa digunakan untuk ambulance udara yang melayani pasien JKA Plus. Selain itu, banyak juga manfaat yang akan diperoleh masyarakat,” pungkasnya. (Ihkwati)









