KABAR BIREUEN, Makmur – Penantian panjang warga dua kecamatan akhirnya terjawab. Jalan penghubung Gampong Ulee Gle menuju Gampong Pulo Teungoh sepanjang 525 meter mulai diaspal pada Selasa (12/8/2025), setelah lebih dari 50 tahun tidak tersentuh perbaikan.
Sekretaris Gampong Pulo Teungoh, Muhammad Adinur, mengatakan, jalan tersebut menjadi akses vital bagi warga Pulo Teungoh, Kecamatan Makmur (Kabupaten Bireuen), serta Lhok Bayu dan Krueng Baro, Kecamatan Sawang (Kabupaten Aceh Utara), untuk menuju Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan, maupun wilayah lainnya. Jalur ini juga sering digunakan mahasiswa yang kuliah di Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan.
“Sudah puluhan tahun jalan ini tidak pernah diaspal. Kondisinya berbatu dan menurun, sering membuat warga terjatuh,” ungkap Adinur.

Kondisi memprihatinkan ini juga diakui Tajuddin, warga Ulee Gle. Menurutnya, sejak tahun 1970, jalan tersebut hanya mengalami pengerasan seadanya. Saat hujan, batuan dan tanah terkikis aliran air dari perbukitan, membentuk lubang-lubang yang menyulitkan kendaraan melewati tanjakan.
“Jalan tidak berbentuk lagi setiap habis hujan. Harapan kami, setelah diaspal, pinggir jalan dirabat beton dan dibuatkan saluran air supaya awet,” ujarnya.
Maimuddin, warga Ulee Gle lainnya, menyebutkan, sekitar 100 meter jalan di dekat perbatasan Ulee Gle–Pulo Teungoh tidak diaspal karena akan dibangun saluran air untuk melindungi badan jalan dari kerusakan. Dia optimistis, dengan rampungnya proyek ini, aktivitas warga akan jauh lebih lancar.
“Anak-anak sekolah dari Pulo Teungoh akan lebih mudah menuju lembaga pendidikan di Ulee Gle, dan warga bisa ke pasar atau kebun sawit tanpa hambatan,” jelasnya. (Faisal Ali)











