KABAR BIREUEN – Indonesia Motivator Community (IMC) Aceh bekerjasama dengan Pegadaian Syariah Cabang Bireuen melatih perempuan menganyam berbagai produk dari bahan daun pandan untuk dipasarkan secara lebih luas, di Gampong Bugak Krueng Matee, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Sabtu (3/4/2021).

Pelatihan pemberdayaan ini dilakukan kepada pengrajin tikar pandan tradisional perempuan yang terdampak covid – 19 .

Ketua IMC Aceh, Hj
Ners Rosdiana , SKM, S.Kep dalam sambutannya mengatakan, mereka akan membantu memasarkan produk ini di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

“Kami akan bantu memasarkan produk
ini di tingkat provinsi, nasional, dan internasional melalui instansi terkait,” kata Ners Rosdiana.

Lebih lanjut di hadapan ibu – ibu pengrajin tikar pandan, Rosdiana berharap jika nanti ada pesanan harapannya kelompok Bunga Pandan ini menjadi pusat produksi anyaman daun pandan.

Menurutnya, banyak ibu-ibu yang menjual hasil anyamannya di kampung secara kredit, namun harganya tidak sesuai.

“Hal ini menjadi alasan saya untuk membantu promosi produk ini,” ungkap Ners Rosdiana.

Camat Jangka yang diwakili Sekretaris Camat (Sekcam), Armia, SH mendukung apa yang dilakukan IMC Aceh dan Pegadaian Syariah Cabang Bireuen sebagai upaya promosi karya warga Kecamatan Jangka.

“Perlu produk kreatif dari daun pandan seperti kotak tisu, karena lebih menarik dan pasarnya luas,” kata Armia.

Sementara itu, Kepala Pegadaian Syariah Cabang Bireuen yang diwakili Zulham saat membuķa kegiatan ini mengatakan, program ini sangat bagus sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya kaum perempuan.

“Beberapa produk seperti santan bubuk produk warga Bireuen sudah masuk Suzuya, tidak tertutup kemungkinan produk anyaman pandan ini bisa dipromosi di hotel,” pungkas Zulham.

Acara ini juga dihadiri oleh keuchik, Sekdes, imam dan masyarakat Gampong Bugak Krueng Matee. (Faisal Ali)