HRD Minta Pemerintah Aceh Tidak Alihkan Dana Dayah untuk Tangani Covid-19

KABAR BIREUEN – Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), mendesak Pemerintah Aceh, agar tidak mengalihkan anggaran di Dinas Pendidikan Dayah untuk penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Alasannya, pergeseran anggaran tersebut yang mencapai 40 persen (sekitar Rp205 miliar), sangat kurang bijak. Mengingat, masih banyak sumber anggaran lain yang bisa diambil untuk itu.

“Sebagai alumnus dan orang yang selalu mengedepankan kepentingan dayah, saya sangat prihatin jika dana dayah sebanyak itu, dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19,” ungkap HRD, Minggu (3/5/2020).

Menurut alumnus Dayah Mudi Mesra Samalanga ini, keberlangsungan pendidikan dayah juga harus menjadi prioritas Pemerintah Aceh. Sebab, Aceh sebagai daerah dengan ciri khas syari’at dan pendidikan Islam, seharusnya Pemerintah Aceh lebih arif dan bijaksana dalam melihat dana Dayah.

“Jangan disamaratakan dengan pos-pos anggaran lain. Sebab, Dinas Dayah merupakan salah satu institusi pemerintah hasil produk perdamaian (lex specialist),” tegas HRD.

Dia tidak menafikan, kebijakan Pemerintah Aceh ini merujuk kepada Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan dalam melakukan realokasi dan refocussing anggaran. Namun, katanya, masih ada payung hukum lain yang bisa digunakan Pemerintah Aceh untuk membuat pengecualian terhadap dana dayah.

Dalam hal ini, HRD menunjuk Surat Menteri Keuangan Nomor S-247/MK.07/2020 tentang Penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik TA 2020, dalam rangka penanggulangan Covid-19. Di situ secara tegas disebutkan, ada pemberlakuan khusus untuk bidang pendidikan dan kesehatan.

“Surat Menteri Keuangan ini memberikan pesan khusus, agar tidak mengganggu dana bidang kesehatan dan pendidikan. Artinya, anggaran untuk dayah sebagai salah satu penyedia pendidikan, tidak boleh diotak-atik, karena ini adalah bagian dari dana pendidikan,” tandas politisi PKB asal Bireuen ini.

Karena itu, tokoh yang dikenal akrab dengan kalangan ulama dan dayah ini, meminta Pemerintah Aceh untuk mengevaluasi ulang kebijakan pengalihan dana dayah untuk penanganan Covid-19. Sebab, banyak teungku-teungku dayah yang membutuhkan insentif tambahan saat ini, karena mereka tidak bisa mengajar sebagaimana biasanya.

“Dayah juga membutuhkan fasilitas tambahan, untuk melaksanakan pembelajaran daring atau online. Semua ini butuh anggaran. Kalau dipotong sampai 40 persen, hendak dibawa ke mana pendidikan dayah kita?” tanya HRD yang sangat menyayangkan kebijakan tersebut. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sediakan Doorprize Menarik, Ratusan Siswa MIN 14 Bireuen Antusias Ikuti Jalan Santai Meriahkan HUT...

0
KABAR BIREUEN , Peulimbang - Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 14 Bireuen, Kecamatan Peulimbang, Bireuen sangat antusias mengikuti jalan santai dalam rangka memeriahkan...

Kapolda Aceh Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di  Gampong Meunasah Keutapang, Serahkan Sembako untuk...

0
KABAR BIREUEN, Jeunieb—Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan S.I.K., S.H., M.H, meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di  Gampong (Desa) Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten...

Semarak HUT ke-81 RI di Pelosok Bireuen, SDN 19 Juli Libatkan Warga dan Wali...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Semangat kemerdekaan dan keceriaan peserta didik UPTD SDN 19 Juli, Bireuen mewarnai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan...

Poltekkes Kemenkes Aceh Integrasikan Inovasi Persalinan Model Syariah ke Kurikulum Pendidikan Kebidanan

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh-Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh menggelar Workshop Integrasi Persalinan Model Syariah (PMS) ke dalam Kurikulum Pendidikan Kebidanan Berbasis Outcome-Based Education (OBE)...

Dari Ikrar Lamteh ke MoU Helsinki, Hokagata?

0
Oleh: Anwar (Cek Wan)* BULAN Agustus 2026 ini, angin perdamaian kembali berhembus membawa kita pada peringatan 21 tahun penandatanganan MoU Helsinki. Momen bersejarah ini bukan...

KABAR POPULER

Ratusan Warga Bireuen Akan Ikuti Zikir dan Doa Bersama di Masjid Baiturahman, Tuih Alkhair:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Ratusan warga dari berbagai pelosok desa setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Bireuen diperkirakan akan berangkat menuju Kota Banda Aceh untuk mengikuti  zikir...

Edukasi Ratusan Penyintas Bencana, Politeknik Pelayaran Malahayati Gelar KPM Berdampak di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh menggelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat (KPM) Berdampak di Meuligoe Residen Cot Gapu, Bireuen, Rabu (12/8/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan...

Pemkab Bireuen Gelar Zikir dan Doa Bersama Peringati 21 Tahun Hari Damai Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Menyambut peringatan 21 Tahun Hari Damai Aceh (MoU Helsinki) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Syariat Islam (DSI) menggelar...

Oknum Polisi yang Terlibat Peredaran Narkotika di Bireuen Dipecat, Ipda FJ Didemosi atas Insiden Tewasnya...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh—Oknum polisi berinisial RF (31) yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis cartridge atau vape getar yang mengandung etomidate di Kabupaten Bireuen...

Polres Bireuen Ikuti Apel Gabungan Bersama TNI Jelang Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Tahun...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Polres Bireuen mengikuti apel gabungan bersama dengan Kodim 0111/Bireuen dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Damai Aceh Ke...