Rabu, 27 Mei 2026

HRD Bangun Huntara untuk Nek Ti Gade di Salah Sirong, Dapat Ditempati Sebelum Puasa

KABAR BIREUEN, Bireuen– Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD), membangun hunian sementara (huntara) dengan biaya pribadinya untuk Nek Ti Gade (73), korban banjir bandang di Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Huntara tersebut ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan, sehingga dapat ditempati menjelang bulan suci Ramadhan.

Rumah milik Nek Ti Gade sebelumnya hancur diterjang banjir bandang dan hanyut dibawa arus sungai. Bahkan, halaman rumahnya kini telah berubah menjadi aliran sungai. Sejak bencana terjadi, lansia tersebut terpaksa tinggal di tenda pengungsian dengan kondisi serba terbatas.

HRD mengatakan, pembangunan huntara itu merupakan inisiatif pribadinya, setelah melihat langsung kondisi Nek Ti Gade yang tidak lagi sanggup bertahan di pengungsian. Ia mengaku, sangat tersentuh saat mendengar langsung permohonan korban saat mengunjungi desa pedalaman tersebut.

BACA JUGA: Jelang Ramadhan, HRD Serahkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana di Dapil Aceh II

“Saya sangat iba dan menetes air mata mendengar permintaan Nek Ti sambil menangis. Alhamdulillah, permintaannya saat itu juga saya kabulkan. Huntara untuk Nek Ti sudah mulai dikerjakan kemarin (Senin, 9 Februari 2026). Insyaallah, dalam beberapa hari ini selesai dikerjakan dan dapat ditempati menjelang puasa,” ujar HRD kepada wartawan, di kediamannya, Meuligoe Residence, Cot Gapu, Bireuen, Selasa (10/2/2026).

Permintaan itu disampaikan Nek Ti Gade saat HRD berkunjung ke Gampong Salah Sirong Jaya pada Sabtu (7/2/2026). Dengan suara lirih disertai tangis, ia mengaku tidak sanggup lagi tinggal di tenda pengungsian yang panas di bawah terik matahari dan minim fasilitas.

Nek Ti Gade sedang melihat pengerjaan huntara bantuan HRD untuknya. (Foto: Dok. HRD)

“Hanale rumoh lon nyak, kadicok le krueng, hanale teumpat taduek (Rumah saya tidak ada lagi, sudah menjadi sungai, tidak ada tempat tinggal lagi),” ungkap Nek Ti Gade.

Ia mengaku, sangat membutuhkan tempat tinggal sementara agar dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan layak, sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) dari pemerintah yang membutuhkan waktu cukup lama.

Menurut Nek Ti, tinggal di tenda pengungsian sangat menyulitkan, terutama bagi dirinya yang sudah lanjut usia. Selain kondisi panas, keterbatasan fasilitas juga membuatnya sulit beristirahat dan beribadah dengan nyaman.

BACA JUGA:  Di Tengah Pemulihan Bencana, PKB dan HRD Peduli Fokus Bantu Pengungsi Aceh Tengah

Menanggapi hal tersebut, HRD menilai kondisi yang dialami Nek Ti Gade merupakan potret nyata penderitaan banyak korban bencana, khususnya kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak yang masih hidup dalam ketidakpastian hunian.

“Ketika seorang nenek menangis karena tidak memiliki tempat tinggal untuk menyambut Ramadhan, itu bukan sekadar permintaan pribadi. Itu adalah panggilan nurani bagi negara untuk hadir secara nyata,” ujar HRD.

Penampakan huntara bantuan HRD untuk Nek Ti Gade yang sedang dikebut pengerjaannya agar dapat ditempati sebelum puasa. (Foto: Dok. HRD)

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perumahan rakyat, dan penanggulangan bencana, HRD menilai, ketiadaan huntara menunjukkan lemahnya respons darurat di tingkat daerah, meskipun kebijakan di tingkat pusat telah menyediakan skema penanganan pascabencana.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui BNPB dan kementerian terkait, telah menempatkan huntara sebagai bagian penting dalam fase tanggap darurat dan transisi menuju pemulihan. Skema pendanaan dan bantuan teknis, tersedia dan dapat diakses pemerintah daerah melalui mekanisme pengusulan dan koordinasi.

BACA JUGA:  Penuhi Permintaan Warga, HRD Kerahkan Alat Berat Bersihkan Lumpur Banjir di Peusangan Selatan

Menurut HRD, huntara bukan pengganti huntap, melainkan solusi darurat yang harus segera disediakan agar korban bencana tidak terlalu lama hidup dalam kondisi tidak layak. Tanpa huntara, korban berisiko menghadapi gangguan kesehatan, tekanan psikologis, serta kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk beribadah menjelang Ramadhan.

HRD menegaskan, perbedaan pendekatan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, tidak boleh menghambat pemenuhan hak warga. Pemerintah daerah memiliki kewenangan sekaligus tanggung jawab untuk menerjemahkan kebijakan nasional menjadi tindakan konkret di lapangan.

“Makanya, sangat tidak masuk akal ketika diklaim bahwa korban bencana di Bireuen menolak huntara. Padahal, faktanya di lapangan tidak benar demikian. Mereka sangat membutuhkan huntara,” ungkap HRD.

Nek Ti Gade saat meminta pada HRD agar dibagun huntara untuknya. (Foto: Dok. HRD)

HRD mengingatkan, hak atas tempat tinggal yang layak dijamin dalam Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 serta diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Ada apa dengan Bireuen, kenapa di daerah lain yang sama-sama korban bencana, tidak ada masalah? Mereka semua dibangun huntara, kenapa hanya Bireuen yang berbeda dan menghilangkan hak korban bencana untuk mendapatkan huntara?” tanya HRD, tak habis pikir.

BACA JUGA:  Kementerian PU Targetkan Huntara untuk Korban Bencana di Aceh Rampung Sebelum Puasa, Bireuen Tidak Usulkan

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Bireuen agar segera mengambil langkah konkret dalam penyediaan huntara. Harus menyelaraskan kebijakannya dengan skema yang diatur pemerintah pusat dalam penanganan bencana. Tidak perlu melangkahi tahapan huntara yang berakibat sangat merugikan para korban bencana.

HRD juga menegaskan, dirinya akan terus mengawal aspirasi masyarakat terdampak bencana melalui fungsi pengawasan DPR RI. Harapannya, penderitaan korban bencana tidak berhenti pada keluhan, melainkan berujung pada kebijakan dan tindakan nyata demi kemanusiaan. (Suryadi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

HRD dan PKB Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Warga dan Penyandang Disabilitas di Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Menghadapi Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan M. Daud atau yang akrab...

Selaras dengan Program Kadisdik Aceh Murthalamuddin, Plt. Kacabdisdik Bireuen Apresiasi Lonjakan Kelulusan SNBT 2026:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Capaian luar biasa kembali ditorehkan dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen. Berdasarkan pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026, sebanyak...

Malam Takbiran di Bireuen Meriah, Bupati Mukhlis Pimpin Konvoi hingga Gandapura

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST secara resmi melepas rombongan pawai takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Bupati Bireuen Serahkan Santunan dan Sembako untuk Difabel Jelang Idul Adha

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menyerahkan santunan dan bantuan sembako kepada kaum difabel, Senin, (25/5/2026) di Pendopo setempat. Bantuan yang diserahkan berupa...

UNIKI Siapkan Ujian CAT untuk 1.457 Calon Mahasiswa Baru, Seleksi Digelar Awal Juni

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia atau UNIKI mematangkan persiapan pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test...

KABAR POPULER

Selaras dengan Program Kadisdik Aceh Murthalamuddin, Plt. Kacabdisdik Bireuen Apresiasi Lonjakan Kelulusan SNBT 2026:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Capaian luar biasa kembali ditorehkan dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen. Berdasarkan pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026, sebanyak...

Malam Takbiran di Bireuen Meriah, Bupati Mukhlis Pimpin Konvoi hingga Gandapura

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST secara resmi melepas rombongan pawai takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Bupati Bireuen Serahkan Santunan dan Sembako untuk Difabel Jelang Idul Adha

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menyerahkan santunan dan bantuan sembako kepada kaum difabel, Senin, (25/5/2026) di Pendopo setempat. Bantuan yang diserahkan berupa...

Honorarium Imum Syiek, Bilal dan Muadzin Masjid Dinaikkan, Keuchik Tami dan Tgk Ismayadi Apresiasi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Anggota DPRK Bireuen dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) dan Partai Adil Sejahtera (PAS) mengapresiasi kebijakan Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis ST,...

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...