Selasa, 14 April 2026

Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, TA Khalid Minta Kios yang Nakal Ditindak Tegas

KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Pertanian telah melakukan perubahan harga pupuk bersubsidi yang mulai berlaku 22 Oktober 2025. Lima jenis pupuk bersubsidi sekarang turun harga 20 persen.

Terkait perubahan harga pupuk bersubsidi, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, TA Khalid mengungkapkan bahwa, di lapangan belum efektif berlaku Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 1117/Kpts/SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi sektor pertanian tahun 2025.

TA Khalid meminta pihak distributor segera menerbitkan kios-kios pengecer pupuk bersubsidi yang tidak mengindahkan keputusan Pemerintah.

BACA JUGA: Jual Pupuk Bersubsidi di Atas HET, Distributor Putuskan Kontrak dengan Kios Pengecer

“Tolong distributor untuk menertibkan kios-kios yang belum menyesuaikan harga pupuk (HET),” kata TA Khalid melalui Staf Khususnya, Al Fadhal, kepada Kabar Bireuen, Senin (27/10/2025).

Politikus Gerindra Dapil Aceh-2 (Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Tengah) meminta Penerima Pada Titik Serah (PPTS) Pupuk Bersubsidi segera menyesuaikan harga jual kepada petani seperti Keputusan Menteri Pertanian.

“Seluruh PPTS wajib melakukan penyesuain harga jual ke petani. Harga HET tersebut berlaku sejak 22 Oktober 2025. Apabila ada kios yang belum menyesuaikan harga akan diberikan sanksi tegas bahkan dicabut izinnya,” tegas TA Khalid.

BACA JUGA:  Hasil Pantauan Anggota Komisi IV DPR RI, Pupuk Bersubsidi di Bireuen Dijual Sesuai HET

Berikut Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi sektor pertanian tahun 2025 berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 1117/Kpts/SR.310/M/10/2025 yang mulai berlaku 22 Oktober 2025:

1. Pupuk Urea
HET sebelumnya Rp2.250/kg
HET baru Rp1.800/kg atau Rp90.000/sak

2. NPK
HET sebelumnya Rp2.300/kg
HET baru Rp1.840/kg atau Rp92.000/sak

3. NPK Kakao
HET sebelumnya Rp3.300/kg
HET baru Rp2.640/kg atau Rp132.000/sak

4. ZA
HET sebelumnya Rp1.700/kg
HET baru Rp1.360/kg atau Rp68.000/sak

5. Organik
HET sebelumnya Rp800/kg
HET baru Rp640/kg atau Rp25.600/sak

(Rizanur) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

BSI-ANTAM Gas Pol Industri Bullion, Dorong Ekosistem Emas Nasional Naik Kelas

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) tancap gas memperkuat industri bullion emas...

Pasca Banjir Bank Aceh Cetak Performa Positif, Aset Kini Rp29,89 Triliun

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Bank Aceh menunjukkan resiliensi yang luar biasa dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan...

Pemulihan Sawah Tak Kunjung Datang, Petani Pulo Iboih Kehilangan Penghasilan

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Puluhan hektare lahan persawahan di Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, masih terbengkalai hingga Senin (13/4/2026), meski bencana banjir...

Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor Susulan, HRD Serukan Selamatkan Hutan Aceh

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem hutan di Aceh sebagai langkah mendesak untuk...

Buka Bimtek SPAB, Wabup Bireuen: Sektor Pendidikan Pegang Peranan Strategis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Disaster Management Center Dompet Dhuafa menggelar Bimtek Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Lingkungan Kabupaten Bireuen, mulai 13 hingga...

KABAR POPULER

Ketua MPI KNPI Bireuen: Penentuan Desil Amburadul, Masyarakat Aceh Resah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Sistem penentuan kategori kemiskinan berbasis desil di Aceh menuai polemik. MPI KNPI Bireuen menilai pendataan saat ini tidak akurat dan gagal menyurvei...

16 Dosen FKIP UNIKI Bireuen Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2026, Bukti Lonjakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak 16 dosen berhasil...

Buka Bimtek SPAB, Wabup Bireuen: Sektor Pendidikan Pegang Peranan Strategis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Disaster Management Center Dompet Dhuafa menggelar Bimtek Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Lingkungan Kabupaten Bireuen, mulai 13 hingga...

Pemulihan Sawah Tak Kunjung Datang, Petani Pulo Iboih Kehilangan Penghasilan

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Puluhan hektare lahan persawahan di Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, masih terbengkalai hingga Senin (13/4/2026), meski bencana banjir...

Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor Susulan, HRD Serukan Selamatkan Hutan Aceh

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem hutan di Aceh sebagai langkah mendesak untuk...