Selasa, 10 Maret 2026

Gerakan Sipil Bireuen Dorong Advokasi Kebijakan Tata Ruang yang Responsif Terhadap Bencana

KABAR BIREUEN,Bireuen-Gerakan Sipil Bireuen merumuskan lima rekomendasi strategis terkait penangangan pascabencana banjir dan tanah longsor di Bireuen.

Rekomendasi tersebut dihasilkan setelah diskusi dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengurai Akar Bencana: Peran Negara, Kebijakan, dan Partisipasi Publik”, yang digelar di Cafe Rest Area Cot Gapu, Bireuen, Sabtu (28/2/2026) sore.

Diskusi tersebut diinisiasi oleh Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) bersama Gerakan Sipil Bireuen tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat sipil, mulai dari organisasi masyarakat dan LSM, perwakilan komunitas terdampak, akademisi dan praktisi, media dan jurnalis, hingga kelompok perempuan.

Koordinator GeRAK Bireuen, Murni M Nasir, menjelaskan, dalam diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan mitigasi, transparansi kebijakan, serta pelibatan publik dalam pengawasan pengelolaan lingkungan di tingkat kabupaten.

BACA JUGA: Peran Negara, Kebijakan dan Partisipasi Publik Terkait Bencana di Bireuen, Pendataan Korban Masih Amburadul

Keterbukaan informasi publik menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi korban serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Bencana ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Kita ingin tata kelola risiko bencana di Bireuen ke depan lebih responsif, transparan, dan inklusif,” tegas aktivis perempuan itu.

Salah seorang peserta sedang menyampaikan pandangannya pada Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengurai Akar Bencana: Peran Negara, Kebijakan, dan Partisipasi Publik”yang digelar di Cafe Rest Area Cot Gapu, Bireuen, Sabtu (28/2/2026) sore. (Foto: Ihkwati/Kabar Bireuen)

Murni menyebutkan, ada lima rekomendasi yang dihasilkan, rekomendasi pertama, para penyintas banjir dinilai membutuhkan pelatihan audit lingkungan sebagai upaya membangun masyarakat yang kritis terhadap dugaan perusakan lingkungan sebagai akar persoalan.

“Kedua, mendorong advokasi kebijakan tata ruang yang responsif terhadap bencana, termasuk moratorium penerbitan izin yang berpotensi merusak sungai dan daerah tangkapan air,” sebutnya.

Ketiga, pemerintah kabupaten Bireuen didesak membuka informasi seluas-luasnya terkait penanganan bencana dan bantuan yang seharusnya diterima korban.

Keempat, elemen masyarakat sipil akan melakukan uji akses informasi terhadap seluruh data korban serta penyaluran bantuan kepada korban bencana di Kabupaten Bireuen.

“Kelima, akan dilakukan diskusi lanjutan untuk menetapkan kebutuhan gugatan class action terhadap dugaan perbuatan melawan hukum oleh pemerintah kabupaten terkait pendataan dan pemenuhan hak korban bencana,” kata aktivis anti korupsi itu.

Murni berharap, rekomendasi tersebut tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan nyata demi mewujudkan Bireuen yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang. (Ihkwati)

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pj Sekda Bireuen Terkait Bantuan Presiden Rp4 Miliar: Belum Digunakan, Masih Tersimpan di Rekening...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Penjabat (Pj) Sekda Bireuen, Hanafiah S.P., CGCAE, menyebutkan bantuan Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp4 Miliar masih disimpan di rekening daerah dan...

Mendikdasmen Resmikan Proyek Revitalisasi SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr. Abdul Mu'ti, MEd meresmikan gedung baru SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, Selasa (10/3/2026). Gedung...

Meraih Keberkahan pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

0
Oleh: M. Zubair, S.H.,M.H. Penulis Opini pada beberapa media Cetak dan Online serta Instruktur Pembuatan Produk Hukum yang Dilaksanakan Berbagai Organisasi TULISAN ini saya rangkum dari...

Inovasi Mahasiswa Umuslim, Kembangkan Aplikasi Pendataan Tanggap Darurat Bencana

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim (Umuslim) berhasil mengembangkan aplikasi pendataan tanggap darurat bencana berbasis digital yang mampu mempercepat pengumpulan dan...

BSI Berbagi, 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Aroma bubur kanji rumbi mengepul dari dapur besar di halaman Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, pada Sabtu (07/03/2026). Ratusan anak...

KABAR POPULER

Mendikdasmen Resmikan Proyek Revitalisasi SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr. Abdul Mu'ti, MEd meresmikan gedung baru SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, Selasa (10/3/2026). Gedung...

Lewat Skema IJD, HRD Terima Usulan Perbaikan Jalan Peunaron Baru–Sri Mulya dari Dewan Aceh...

0
KABAR BIREUEN, Aceh Timur – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD) menerima langsung usulan percepatan perbaikan ruas...

Meraih Keberkahan pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

0
Oleh: M. Zubair, S.H.,M.H. Penulis Opini pada beberapa media Cetak dan Online serta Instruktur Pembuatan Produk Hukum yang Dilaksanakan Berbagai Organisasi TULISAN ini saya rangkum dari...

Pj Sekda Bireuen Terkait Bantuan Presiden Rp4 Miliar: Belum Digunakan, Masih Tersimpan di Rekening...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Penjabat (Pj) Sekda Bireuen, Hanafiah S.P., CGCAE, menyebutkan bantuan Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp4 Miliar masih disimpan di rekening daerah dan...

Hunian Tetap Bagi Korban Bencana Alam di Bireuen Segera Terwujud

0
Oleh: M. Zubair, S.H.M.H ASN Pemkab Bireuen BENCANA banjir bandang dan tanah longsor yang melanda semua kecamatan dalam Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu tidak hanya meninggalkan...