Gerakan Sipil Bireuen Dorong Advokasi Kebijakan Tata Ruang yang Responsif Terhadap Bencana

KABAR BIREUEN,Bireuen-Gerakan Sipil Bireuen merumuskan lima rekomendasi strategis terkait penangangan pascabencana banjir dan tanah longsor di Bireuen.

Rekomendasi tersebut dihasilkan setelah diskusi dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengurai Akar Bencana: Peran Negara, Kebijakan, dan Partisipasi Publik”, yang digelar di Cafe Rest Area Cot Gapu, Bireuen, Sabtu (28/2/2026) sore.

Diskusi tersebut diinisiasi oleh Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) bersama Gerakan Sipil Bireuen tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat sipil, mulai dari organisasi masyarakat dan LSM, perwakilan komunitas terdampak, akademisi dan praktisi, media dan jurnalis, hingga kelompok perempuan.

Koordinator GeRAK Bireuen, Murni M Nasir, menjelaskan, dalam diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan mitigasi, transparansi kebijakan, serta pelibatan publik dalam pengawasan pengelolaan lingkungan di tingkat kabupaten.

BACA JUGA: Peran Negara, Kebijakan dan Partisipasi Publik Terkait Bencana di Bireuen, Pendataan Korban Masih Amburadul

Keterbukaan informasi publik menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi korban serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Bencana ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Kita ingin tata kelola risiko bencana di Bireuen ke depan lebih responsif, transparan, dan inklusif,” tegas aktivis perempuan itu.

Salah seorang peserta sedang menyampaikan pandangannya pada Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengurai Akar Bencana: Peran Negara, Kebijakan, dan Partisipasi Publik”yang digelar di Cafe Rest Area Cot Gapu, Bireuen, Sabtu (28/2/2026) sore. (Foto: Ihkwati/Kabar Bireuen)

Murni menyebutkan, ada lima rekomendasi yang dihasilkan, rekomendasi pertama, para penyintas banjir dinilai membutuhkan pelatihan audit lingkungan sebagai upaya membangun masyarakat yang kritis terhadap dugaan perusakan lingkungan sebagai akar persoalan.

“Kedua, mendorong advokasi kebijakan tata ruang yang responsif terhadap bencana, termasuk moratorium penerbitan izin yang berpotensi merusak sungai dan daerah tangkapan air,” sebutnya.

Ketiga, pemerintah kabupaten Bireuen didesak membuka informasi seluas-luasnya terkait penanganan bencana dan bantuan yang seharusnya diterima korban.

Keempat, elemen masyarakat sipil akan melakukan uji akses informasi terhadap seluruh data korban serta penyaluran bantuan kepada korban bencana di Kabupaten Bireuen.

“Kelima, akan dilakukan diskusi lanjutan untuk menetapkan kebutuhan gugatan class action terhadap dugaan perbuatan melawan hukum oleh pemerintah kabupaten terkait pendataan dan pemenuhan hak korban bencana,” kata aktivis anti korupsi itu.

Murni berharap, rekomendasi tersebut tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan nyata demi mewujudkan Bireuen yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang. (Ihkwati)

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Gubernur Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), melantik Taufik, S.T., M.Si., sebagai Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dalam prosesi pelantikan...

Menang Drama Adu Penalti, Jangka Melaju ke Final Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Tim Kecamatan Jangka meraih kemenangan 5-4 atas Kecamatan Kota Juang lewat adu penalti pada laga semifinal Kejuaraan Sepak Bola Antar...

Umuslim dan Polres Bireuen Jalin Kerja Sama, Fokus Edukasi Hukum hingga Pencegahan Narkoba

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, menjalin kerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Bireuen untuk memperkuat edukasi hukum, mencegah penyalahgunaan...

Bantu UMKM Berkembang, Yah Fud Salurkan Peralatan Usaha untuk 20 Wirausaha Pemula di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa – Sebanyak 20 wirausaha pemula (WP) di Kabupaten Bireuen menerima bantuan peralatan usaha dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil...

DPMTSP Bireuen Raih Penghargaan Sangat Baik dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Bupati Mukhlis Beri...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) meraih penghargaan kategori Sangat Baik dari Kementerian...

KABAR POPULER

Jalaluddin Mantan Pj. Bupati Bireuen Kini Jabat Wakil Rektor III UNIKI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Mantan Penjabat (Pj.) Bupati Bireuen, Dr. Jalaluddin, S.H., M.M., kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia...

Inovasi Air Buangan untuk Sawah Petani, Kadistanbun Bireuen Dampingi TA Khalid Kunjungi Water Intake...

0
KABAR BIREUEN,Kuta Blang – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., mendampingi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. H....

Perkuat Perkaderan, HMI Bireuen Gelar Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam di Krueng Simpo

0
KABAR BIREUEN, Juli - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menggelar kegiatan Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam bagi kader dan keluarga besar di...

Menang Drama Adu Penalti, Jangka Melaju ke Final Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Tim Kecamatan Jangka meraih kemenangan 5-4 atas Kecamatan Kota Juang lewat adu penalti pada laga semifinal Kejuaraan Sepak Bola Antar...

TA Khalid: Masa Pemerintahan Presiden Prabowo Harga Pupuk Bersubsidi Paling Murah

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Mulai tahun 2025, Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tingkat pengecer sebesar 20 persen. "Pada masa Presiden...