Sabtu, 18 April 2026

GeRAK Bireuen: Pernyataan Pj Sekda Tidak Sensitif Terhadap Penderitaan Korban Bencana

KABAR BIREUEN, Bireuen— LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Bireuen mengecam keras pernyataan Penjabat  Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bireuen Hanafiah.yang menyebut pengungsi banjir dapat diusir secara paksa dari halaman Kantor Bupati.

Pernyataan tersebut dinilai tidak berempati, tidak sensitif terhadap penderitaan korban, dan berpotensi memperkeruh situasi kemanusiaan yang hingga kini belum terselesaikan.

Koordinator GeRAK Bireuen, Murni M. Nasir kepada media, Jumat (13/3/2026) malam menegaskan, pejabat publik seharusnya menghadirkan solusi yang adil dan manusiawi bagi korban bencana, bukan justru mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menyudutkan korban yang sedang memperjuangkan haknya.

“Korban banjir bukan pelanggar ketertiban yang bisa diperlakukan seperti pedagang kaki lima. Mereka adalah warga yang kehilangan rumah, kehilangan harta benda, dan sampai hari ini masih bertahan hidup di tenda. Dalam kondisi seperti ini, negara justru berkewajiban hadir melindungi dan memulihkan kehidupan mereka,” tegas Murni.

BaCA JUGA:Pj Sekda Bireuen: Kalau Nyaman Ditenda, Ya Sudah Biarkan Saja

Menurutnya, keputusan para korban memasang tenda di halaman Kantor Bupati bukanlah bentuk provokasi, melainkan bentuk keputusasaan setelah berbulan-bulan menunggu kepastian dari pemerintah terkait pembangunan hunian bagi korban banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025.

“Mereka datang ke kantor bupati bukan untuk membuat keributan. Mereka datang karena merasa tidak lagi didengar di desa mereka sendiri. Ini adalah jeritan warga yang rumahnya hilang dan masa depannya masih menggantung,” ujarnya.

GeRAK Bireuen menilai persoalan yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah bukanlah keberadaan tenda di halaman kantor bupati, tetapi bagaimana memastikan pemenuhan hak korban bencana sebagaimana diamanatkan dalam regulasi penanggulangan bencana, termasuk penyediaan Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

“Jika pemerintah serius menyelesaikan persoalan ini, maka yang harus dibangun adalah solusi, bukan narasi pengusiran. Bangun huntara atau huntap bagi korban, jangan justru memperlakukan mereka seolah-olah menjadi masalah,” kata Murni.

Koordinator GeRAK Bireuen, Murni M. Nasir. (Foto: Dok.Pribadi)

GeRAK Bireuen juga menyoroti informasi terkait tawaran pemerintah untuk menempatkan sebagian pengungsi di rumah sewa.

Menurut Murni, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakadilan jika hanya diberikan kepada korban yang saat ini bertahan di tenda di halaman Kantor Bupati.

“Jika benar rumah sewa hanya ditawarkan kepada mereka yang berani memasang tenda di kantor bupati, maka itu menunjukkan pendekatan yang tidak adil dalam penanganan korban bencana. Masih banyak korban banjir lainnya di berbagai desa di Bireuen yang hingga hari ini juga hidup di tenda, tetapi tidak mendapatkan perhatian yang sama,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan bencana tidak boleh dilakukan secara parsial atau reaktif hanya karena adanya tekanan atau sorotan publik.

“Jangan sampai muncul kesan bahwa bantuan hanya hadir ketika korban terpaksa datang ke kantor bupati. Pemerintah harus melihat persoalan ini secara menyeluruh dan memastikan seluruh korban mendapatkan hak yang sama,” ujarnya.

Murni juga mengingatkan, kepemimpinan dalam situasi bencana menuntut keberpihakan pada kemanusiaan, bukan sekadar menjaga citra birokrasi.

“Pemimpin jangan sampai dhalim terhadap rakyatnya sendiri. Korban bencana sudah kehilangan rumah dan harta benda, jangan sampai mereka juga kehilangan haknya sebagai warga negara,” tegasnya.

GeRAK Bireuen memastikan masyarakat sipil akan terus mengawal perjuangan para korban hingga ada solusi nyata dari pemerintah.

“Jika ada upaya menekan korban atau memperlakukan mereka secara tidak adil, kami dari gerakan masyarakat sipil siap berdiri bersama mereka. Korban bencana tidak boleh menjadi korban kebijakan,” pungkasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang. Kabar duka...

Seru dan Edukatif, Siswa Sukma Bangsa Bireuen Jelajah Museum Rumah Aceh Pijay 

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya - Sebanyak 51 siswa kelas V-Komet dan V-Matahari SD Sukma Bangsa Bireuen mengikuti kegiatan school visit ke Museum Rumah Aceh...

Fenomena ‘Flexing’ di Media Sosial: Pintu Masuk Ditjen Pajak Memantau Profil Wajib Pajak

0
Oleh: Sarah Rifqi Mauliza Mahasiswi Fakultas Hukum UNIKI FENOMENA 'flexing' atau pamer kekayaan di media sosial kini tak lagi sekadar soal gaya hidup atau pencitraan. Di...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...

677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan yang rusak sedang seluas...

KABAR POPULER

Petisi Belum Diteken, Koalisi Gerakan Sipil Bireuen Tagih Komitmen Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Koalisi Gerakan Sipil Kabupaten Bireuen menyatakan kekecewaan mendalam terhadap sikap Bupati Bireuen yang dinilai belum menepati komitmennya untuk menandatangani petisi tuntutan pemenuhan...

677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan yang rusak sedang seluas...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...

Temui Menteri ATR/BPN, Bupati Mukhlis Tuntaskan Kebuntuan RTRW Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Jakarta — Setelah bertahun-tahun terhambat, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bireuen akhirnya mencapai titik terang. Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, memastikan...

Pimpinan Media Lokal Bireuen Kecam Keras Diskominsa, Utamakan Jalin Kerja Sama Publikasi dengan Portal...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) yang menjalin kerja sama publikasi kegiatan pemerintah dengan...