GeRAK Bireuen: Pernyataan Pj Sekda Tidak Sensitif Terhadap Penderitaan Korban Bencana

KABAR BIREUEN, Bireuen— LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Bireuen mengecam keras pernyataan Penjabat  Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bireuen Hanafiah.yang menyebut pengungsi banjir dapat diusir secara paksa dari halaman Kantor Bupati.

Pernyataan tersebut dinilai tidak berempati, tidak sensitif terhadap penderitaan korban, dan berpotensi memperkeruh situasi kemanusiaan yang hingga kini belum terselesaikan.

Koordinator GeRAK Bireuen, Murni M. Nasir kepada media, Jumat (13/3/2026) malam menegaskan, pejabat publik seharusnya menghadirkan solusi yang adil dan manusiawi bagi korban bencana, bukan justru mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menyudutkan korban yang sedang memperjuangkan haknya.

“Korban banjir bukan pelanggar ketertiban yang bisa diperlakukan seperti pedagang kaki lima. Mereka adalah warga yang kehilangan rumah, kehilangan harta benda, dan sampai hari ini masih bertahan hidup di tenda. Dalam kondisi seperti ini, negara justru berkewajiban hadir melindungi dan memulihkan kehidupan mereka,” tegas Murni.

BaCA JUGA:Pj Sekda Bireuen: Kalau Nyaman Ditenda, Ya Sudah Biarkan Saja

Menurutnya, keputusan para korban memasang tenda di halaman Kantor Bupati bukanlah bentuk provokasi, melainkan bentuk keputusasaan setelah berbulan-bulan menunggu kepastian dari pemerintah terkait pembangunan hunian bagi korban banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025.

“Mereka datang ke kantor bupati bukan untuk membuat keributan. Mereka datang karena merasa tidak lagi didengar di desa mereka sendiri. Ini adalah jeritan warga yang rumahnya hilang dan masa depannya masih menggantung,” ujarnya.

GeRAK Bireuen menilai persoalan yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah bukanlah keberadaan tenda di halaman kantor bupati, tetapi bagaimana memastikan pemenuhan hak korban bencana sebagaimana diamanatkan dalam regulasi penanggulangan bencana, termasuk penyediaan Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

“Jika pemerintah serius menyelesaikan persoalan ini, maka yang harus dibangun adalah solusi, bukan narasi pengusiran. Bangun huntara atau huntap bagi korban, jangan justru memperlakukan mereka seolah-olah menjadi masalah,” kata Murni.

Koordinator GeRAK Bireuen, Murni M. Nasir. (Foto: Dok.Pribadi)

GeRAK Bireuen juga menyoroti informasi terkait tawaran pemerintah untuk menempatkan sebagian pengungsi di rumah sewa.

Menurut Murni, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakadilan jika hanya diberikan kepada korban yang saat ini bertahan di tenda di halaman Kantor Bupati.

“Jika benar rumah sewa hanya ditawarkan kepada mereka yang berani memasang tenda di kantor bupati, maka itu menunjukkan pendekatan yang tidak adil dalam penanganan korban bencana. Masih banyak korban banjir lainnya di berbagai desa di Bireuen yang hingga hari ini juga hidup di tenda, tetapi tidak mendapatkan perhatian yang sama,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan bencana tidak boleh dilakukan secara parsial atau reaktif hanya karena adanya tekanan atau sorotan publik.

“Jangan sampai muncul kesan bahwa bantuan hanya hadir ketika korban terpaksa datang ke kantor bupati. Pemerintah harus melihat persoalan ini secara menyeluruh dan memastikan seluruh korban mendapatkan hak yang sama,” ujarnya.

Murni juga mengingatkan, kepemimpinan dalam situasi bencana menuntut keberpihakan pada kemanusiaan, bukan sekadar menjaga citra birokrasi.

“Pemimpin jangan sampai dhalim terhadap rakyatnya sendiri. Korban bencana sudah kehilangan rumah dan harta benda, jangan sampai mereka juga kehilangan haknya sebagai warga negara,” tegasnya.

GeRAK Bireuen memastikan masyarakat sipil akan terus mengawal perjuangan para korban hingga ada solusi nyata dari pemerintah.

“Jika ada upaya menekan korban atau memperlakukan mereka secara tidak adil, kami dari gerakan masyarakat sipil siap berdiri bersama mereka. Korban bencana tidak boleh menjadi korban kebijakan,” pungkasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Jembatan Darurat Kubang Itam Rampung Dikerjakan, Akses Warga Kembali Terhubung

0
KABAR BIREUEN, Juli — Akses transportasi warga Dusun Kubang Itam, Desa Balee Panah–Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kembali terhubung setelah jembatan darurat...

Pastikan Kesiapan Hadapi Akreditasi, BPMI UNIKI Audit Mutu Internal FAPERTA

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperkuat kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi melalui pelaksanaan Audit...

Rangka Billboard Depan RS Jeumpa Hospital yang Tertabrak Truk Kontainer Sudah Dibongkar

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Rangka billboard di jalan Nasional depan RS Jeumpa Hospital Bireuen yang tertabrak truk kontainer beberapa hari lalu sudah dibongkar. Amatan Kabar...

Taklukkan Simpang Mamplam, Kota Juang Pastikan Satu Tiket ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim sepak bola Kecamatan Kota Juang tim pertama yang melaju ke babak semifinal Piala Bupati Bireuen 2026, setelah berhasil menaklukkan...

Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator kinerja keuangan hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut tercermin dari...

KABAR POPULER

Diikuti 17 Grup, Festival Meurukon HUT ke-27 Bireuen Perebutkan Anugerah Bupati

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Memeriahkan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan...

Kalahkan Kuala, Peusangan Tim Terakhir Lolos ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN,Bireuen- Tim Kecamatan Peusangan menjadi tim terakhir yang lolos ke perempat final setelah mengalahkan Kecamatan Kuala dengan skor tipis 1-0, di ajang Kejuaraan...

Semarak HUT ke-27 Bireuen, Festival Literasi Jadi Momentum Bangun SDM Berkualitas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten Bireuen menjadikan Festival Literasi Daerah 2026 sebagai momentum memperkuat budaya membaca sekaligus membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas...

Taklukkan Simpang Mamplam, Kota Juang Pastikan Satu Tiket ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim sepak bola Kecamatan Kota Juang tim pertama yang melaju ke babak semifinal Piala Bupati Bireuen 2026, setelah berhasil menaklukkan...

Pameran UMKM dan Kuliner HUT Ke-27 Kabupaten Bireuen, Stand Kecamatan Pandrah Disesaki Pengunjung

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Stand UMKM Kecamatan Pandrah yang menjual aneka kuliner (kue) khas Aceh di arena Pameran UMKM Kecamatan dan Kuliner dalam rangka...