KABAR BIREUEN, Bireuen – Fatimah Yacob dan dua anaknya, warga Gampong Sampo Ajad, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen yang menderita sakit puluhan tahun, selama ini ditangani oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Jeunieb.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bireuen, dr Irwan A Gani kepada Kabar Bireuen, di ruang kerjanya, Selasa (16/9/2025).
“Pasien itu (Fatimah Yacob dan dua anaknya) selama ini terus dipantau oleh petugas Puskesmas Jeunieb. Setiap minggu ada keluarga yang ambil obat ke puskesmas,” ungkap Irwan.
Terhadap dua anak Fatimah yang mengalami gangguan mental, sebut Irwan, pihak Dinas Kesehatan pernah merujuk ke RSJ Banda Aceh dan sudah pernah sembuh, namun kambuh lagi.
BACA JUGA: Bupati Mukhlis Bantu Fatimah Yacob dan Dua Anaknya yang Sakit Puluhan Tahun
“Anaknya yang perempuan pernah diobati ke Banda Aceh dan sudah sembuh. Namun kambuh lagi, makanya harus ditempatkan di tempat khusus (pasung),” sebutnya.
Sementara anak laki-laki dari Fatimah yang mengalami gangguan mental dan susah berbicara, selama ini hanya diobati di puskesmas.

Jika pihak keluarga mengizinkan, kata Irwan, kedua anak Fatimah tersebut dirujuk ke Banda Aceh untuk ditangani di Rumah Sakit Jiwa.
“Tetapi harus ada persetujuan pihak keluarga, baru bisa kita rujuk. Kalau bersedia nanti pihak rumah sakit Banda Aceh yang jemput,” katanya.
Terkait masih adanya kasus pasung, menurut Irwan, ini menjadi perhatian khusus pihaknya untuk mewujudkan Kabupaten Bireuen bebas dari pasung.
“Kami terus menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk mendukung mewujudkan Aceh bebas dari praktik pasung,” pungkasnya.
Sementara Keuchik Gampong Sampo Ajad, Muhammad, kepada Kabar Bireuen mengungkapkan alasan pihak keluarga tidak membawa dua anak Fatimah ke rumah sakit.
“Kalau dibawa ke rumah sakit tidak ada yang dampingi, karena satu keluarga sakit. Lagi pula tidak ada biaya untuk pendamping, meskipun biaya obat di rumah sakit gratis,” ungkap Keuchik Muhammad. (Rizanur)










