Rabu, 15 April 2026

Drainase Jalan Dua Jalur Dibangun Sistem Tertutup, Permukiman Penduduk Terancam Banjir

KABAR BIREUEN – Keberadaan drainase sistem tertutup di kedua sisi badan Jalan Bireuen-Takengon yang sedang diperluas dan dibangun jalan dua jalur sepanjang 1,5 Km, perlu ditinjau ulang. Bila memungkinkan, diubah kembali ke drainase terbuka. Jangan hanya pertimbangan faktor keindahan semata.

Kalau tidak, saat musim penghujan, air tidak bisa mengalir dengan lancar ke drainase tertutup tersebut. Akibatnya, permukiman penduduk di sekitar jalan itu akan terkepung banjir.

Ferry, salah seorang warga Kota Juang kepada Kabar Bireuen, Minggu (4/7/2021), mengatakan, pelebaran dan pembangunan jalan tersebut memang sangat penting. Terutama, untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas yang semakin padat.

Namun, masyarakat sekitar lingkungan Jalan Bireuen-Takengon, khawatir terhadap saluran airnya yang dibangun dengan sistem tertutup.

“Ini perlu dipertimbangkan ditinjau kembali, untuk mencegah lingkungan kawasan jalan itu terancam banjir di musim penghujan,” saran Ferry.

Sebelumnya, drainase di kedua sisi jalan tersebut memakai sistem terbuka. Keberadaannya dapat dialiri air hujan dengan lancar, sebagai saluran pembuangan banjir di kawasan Jalan Bireuen-Takengon, termasuk komplek Mesjid Agung Sultan Jeumpa.

Sekarang, drainase terbuka itu sudah dibongkar dan dibangun baru dengan sistem tertutup. Posisinya juga agak tinggi dan disesuaikan dengan ketinggian jalan.

Drainase tertutup.

Permasalahannya, kalau hujan deras, bisa menyebabkan banjir. Sebab, genangan air hujan di kawasan perumahan penduduk dan juga Mesjid Agung Sultan Jeumpa, tidak bisa mengalir lagi dengan lancar ke drainase tertutup tersebut.

Menurut Ferry, biasanya volume banjir dari kawasan pegunungan Juli sangat tinggi. Konon lagi waduk Peuraden di sana sudah lama rusak dan tidak bisa lagi menampung curahan hujan.

Tentu saja, itu akan mendatangkan banjir besar ke kawasan Bireuen. Sebab, lumpur dan sampah yang dibawa air dari kawasan pegunungan akan menyumbat drainase tertutup.

Jika drainase tertutup tersumbat, jelas Ferry, tidak bisa dibersihkan oleh masyarakat sekitar. Beda dengan drainase terbuka, jika tersumbat, mudah dibersihkan.

“Karena itu, kami berharap agar drainase tertutup tersebut dapat diubah kembali menjadi drainase terbuka. Ini semata-mata untuk mencegah banjir yang bisa berdampak buruk terhadap lingkungan masyarakat sekitar,” harap Ferry. (H. AR Djuli)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Ponpes Al Zahrah Jadi Tuan Rumah Seleksi Calon Mahasiswa Al Azhar dari Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pondok Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen terpilih sebagai tuan rumah untuk seleksi calon mahasiswa Al Azhar untuk gelombang ke 2...

Fakultas Teknik Umuslim Siapkan Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar coffee morning yang mempertemukan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan jajaran pimpinan...

Usai Kebakaran Aspol Lamteumen Kembali Dibangun, Kapolda Aceh Sebut Bagian dari Pemenuhan Hak Dasar...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyebut bahwa pembangunan asrama polisi (aspol) Lamteumen merupakan bagian dari pemenuhan hak...

BSI-ANTAM Gas Pol Industri Bullion, Dorong Ekosistem Emas Nasional Naik Kelas

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) tancap gas memperkuat industri bullion emas...

Pasca Banjir Bank Aceh Cetak Performa Positif, Aset Kini Rp29,89 Triliun

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Bank Aceh menunjukkan resiliensi yang luar biasa dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan...

KABAR POPULER

Ponpes Al Zahrah Jadi Tuan Rumah Seleksi Calon Mahasiswa Al Azhar dari Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pondok Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen terpilih sebagai tuan rumah untuk seleksi calon mahasiswa Al Azhar untuk gelombang ke 2...

Pemulihan Sawah Tak Kunjung Datang, Petani Pulo Iboih Kehilangan Penghasilan

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Puluhan hektare lahan persawahan di Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, masih terbengkalai hingga Senin (13/4/2026), meski bencana banjir...

Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor Susulan, HRD Serukan Selamatkan Hutan Aceh

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem hutan di Aceh sebagai langkah mendesak untuk...

Fakultas Teknik Umuslim Siapkan Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar coffee morning yang mempertemukan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan jajaran pimpinan...

Usai Kebakaran Aspol Lamteumen Kembali Dibangun, Kapolda Aceh Sebut Bagian dari Pemenuhan Hak Dasar...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyebut bahwa pembangunan asrama polisi (aspol) Lamteumen merupakan bagian dari pemenuhan hak...