Drainase Jalan Dua Jalur Dibangun Sistem Tertutup, Permukiman Penduduk Terancam Banjir

KABAR BIREUEN – Keberadaan drainase sistem tertutup di kedua sisi badan Jalan Bireuen-Takengon yang sedang diperluas dan dibangun jalan dua jalur sepanjang 1,5 Km, perlu ditinjau ulang. Bila memungkinkan, diubah kembali ke drainase terbuka. Jangan hanya pertimbangan faktor keindahan semata.

Kalau tidak, saat musim penghujan, air tidak bisa mengalir dengan lancar ke drainase tertutup tersebut. Akibatnya, permukiman penduduk di sekitar jalan itu akan terkepung banjir.

Ferry, salah seorang warga Kota Juang kepada Kabar Bireuen, Minggu (4/7/2021), mengatakan, pelebaran dan pembangunan jalan tersebut memang sangat penting. Terutama, untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas yang semakin padat.

Namun, masyarakat sekitar lingkungan Jalan Bireuen-Takengon, khawatir terhadap saluran airnya yang dibangun dengan sistem tertutup.

“Ini perlu dipertimbangkan ditinjau kembali, untuk mencegah lingkungan kawasan jalan itu terancam banjir di musim penghujan,” saran Ferry.

Sebelumnya, drainase di kedua sisi jalan tersebut memakai sistem terbuka. Keberadaannya dapat dialiri air hujan dengan lancar, sebagai saluran pembuangan banjir di kawasan Jalan Bireuen-Takengon, termasuk komplek Mesjid Agung Sultan Jeumpa.

Sekarang, drainase terbuka itu sudah dibongkar dan dibangun baru dengan sistem tertutup. Posisinya juga agak tinggi dan disesuaikan dengan ketinggian jalan.

Drainase tertutup.

Permasalahannya, kalau hujan deras, bisa menyebabkan banjir. Sebab, genangan air hujan di kawasan perumahan penduduk dan juga Mesjid Agung Sultan Jeumpa, tidak bisa mengalir lagi dengan lancar ke drainase tertutup tersebut.

Menurut Ferry, biasanya volume banjir dari kawasan pegunungan Juli sangat tinggi. Konon lagi waduk Peuraden di sana sudah lama rusak dan tidak bisa lagi menampung curahan hujan.

Tentu saja, itu akan mendatangkan banjir besar ke kawasan Bireuen. Sebab, lumpur dan sampah yang dibawa air dari kawasan pegunungan akan menyumbat drainase tertutup.

Jika drainase tertutup tersumbat, jelas Ferry, tidak bisa dibersihkan oleh masyarakat sekitar. Beda dengan drainase terbuka, jika tersumbat, mudah dibersihkan.

“Karena itu, kami berharap agar drainase tertutup tersebut dapat diubah kembali menjadi drainase terbuka. Ini semata-mata untuk mencegah banjir yang bisa berdampak buruk terhadap lingkungan masyarakat sekitar,” harap Ferry. (H. AR Djuli)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...

Kolaborasi Faperta UNIKI dengan Desa Kalasegi, Buka Peluang Ekonomi Baru Berbasis Wisata

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tengah – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) melalui Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (Faperta) mendorong pengembangan potensi wisata Desa Kalasegi, Aceh...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Lahirkan Kader Ulama Muda Berprestasi, PKU Tahun 2026 Berakhir Sukses

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang– Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026 telah berakhir sukses dengan melahirkan kader ulama muda yang berprestasi. Kegiatan yang digelar Majelis Permusyawaratan...

BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat ‎

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan wakaf produktif sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan...

KABAR POPULER

Kunjungan Pasien RSUD dr Fauziah Bireuen Meningkat, Direktur: Semua Pasien Dilayani Sesuai Tingkat Kegawatdaruratan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen memastikan tidak ada pasien yang diabaikan atau ditelantarkan, meskipun saat ini sedang menghadapi peningkatan jumlah...

Sejumlah Keuchik di Jangka Serukan Transparansi Harta Wakaf dan Musyawarah Terbuka demi Masa Depan...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepedulian terhadap masa depan Yayasan Almuslim Peusangan makin menguat. Sejumlah keuchik di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen mengharapkan proses pergantian kepemimpinan...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Wakil Bupati Razuardi Pembina Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah (DPD) setempat, melaksanakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, di halaman...