KABAR BIREUEN – Meskipun usia Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) tingkat Provinsi Aceh baru 9 Desember lalu diresmikan, namun langsung menunjukkan kiprahnya sesuai dengan tujuan organisasi.
Hari ini, Senin (11/12/2017) DPW PPLIPI Provinsi Aceh hadir di tengah masyarakat korban bencana alam angin puting beliung di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
Kehadiran organisasi kemasyarakatan yang digawangi kaum hawa ini dalam rangka menyerahkan bantuan sembako dan melakukan dialog singkat dengan masyarakat korban serta perangkat gampong setempat.
“Kehadiran kami hari ini untuk mengunjungi dan meringankan beban saudara-saudara kami yang sedang ditimpa musibah. Saya asli orang Peusangan,” kata Cut Marayz, Ketua DPW PPLIPI didampingi sejumlah rekannya serta dua anggota DPRK Bireuen, Ismail Adam dan Salwa Hanum seraya memperkenalkan diri.
Selanjutnya, Cut Marayz, wanita cantik yang mengaku berasal dari Pante Gajah ini, mengajak masyarakat korban bencana alam di Jangka untuk tetap tabah menghadapi cobaan ini.
Dan katanya lagi, PPLIPI Aceh akan mencari bantuan dari pemerintah pusat maupun pihak swasta untuk membangun kembali tempat usaha berupa pondok pembuatan garam sebanyak 82 unit yang rusak akibat diterjang puting beliung.
“PPLIPI bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Akan kami sampaikan nanti kebutuhan masyarakat di sini, semoga dapat dikabulkan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Cut Marayz mengajak masyarakat, khususnya wanita untuk bergabung dengan PPLIPI.
Program PPLIPI, imbuh wanita yang lama menetap di Jakarta ini, lebih fokus bidang pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan perempuan, pendidikan anak serta pencegahan terhadap peredaran dan penggunaan narkoba.
“PPLIPI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat terbuka, lintas profesi, lintas suku, lintas agama dan lintas politik,” jelasnya.
Kemudian, Ismail Adam, anggota DPRK Bireuen yang ikut mendampingi Pengurus DPW PPLIPI Aceh tersebut berharap kepada masyarakat agar tetap menjaga kasih sayang sesama.
“Jangan sampai nilai kasih sayang kita sesama umat muslim luntur, karena dalam islam itu tidak dikenal istilah beda suku atau ras,” harap politisi PKS ini.
Bantuan berupa beras, telur ayam, minyak goreng dan gula untuk korban bencana alam di Kecamatan Jangka dari PPLIPI diserahkan melalui Keuchik Gampong Tanoh Anoe di kantor keuchik setempat yang dijadikan sebagai posko. (Rizanur)









