Selasa, 13 Januari 2026

Disdikpora Bireuen Gelar Lomba Seni Rebana Antar Pelajar Tingkat SD/MI

KABAR BIREUEN-Untuk melestarian seni tradisional khususnya Musik Rebana sebagai bentuk seni yang bernafaskan keislaman di Kabupaten Bireuen.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Bireuen melalui Bidang Seni dan Budaya, menggelar Lomba Seni Rebana antar pelajar tingkat SD/MI se-Kabupaten Bireuen.

Lomba Seni Rebana, salah satu kegiatan rutin tahunan Disdikpora Bireuen ini, di gelar pada Minggu (8/10/2017) malam, di halaman Pendopo Bupati Bireuen.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Bireuen, Drs. Nasrul Yuliansyah, M.Pd, di sela-sela kegiatan kepada Kabar Bireuen, mengatakan, musik rebana sebagai bentuk seni yang bernafaskan keislaman. Merupakan salah satu dari sekian banyak seni tradisional yang ada di berbagai daerah Indonesia.

Selain itu, musik rebana merupakan salah satu bagian dari kebudayaan yang mengandung muatan nilai-nilai religius, etika, norma dan ajaran positif yang diduga dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengatasi krisis moral, bagi kehidupan manusia.

“Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai seperti itu sangat diperlukan dalam upaya pengembangan kedewasaan emosional peserta didik,” jelasnya.

Sangatlah krusial musik rebana menjadi salah satu seni kegiatan di sekolah-sekolah, tentunya untuk mengoptimalkan fungsi musik rebana dalam dunia pendidikan, diperlukan pemahaman yang menyeluruh.

Diantaranya mencakup pemahaman terhadap makna-makna simbolik pada musik rebana, refleksi nilai-nilai dari musikalitas, dan perumusan metode pengajaran yang efektif dan efisien serta menyenangkan bagi peserta didik,” sebut Kadisdikpora Bireuen ini.

Menurut Nasrul Yuliansyah, kedewasaan emosional tidak hanya bermanfaat untuk membantu kelancaran hubungan sosial. Tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi pembentukan kepribadian, pertumbuhan dan perkembangan sikap kreatif, etis, dan estetis.

Dengan adanya lomba rebana ini kiranya dapat menjadi momentum untuk melestarikan kesenian tradisional yang bernuansa Islam. Sekaligus mendorong masyarakat, khususnya kalangan generasi muda untuk mencintai kesenian rebana, karena mereka belakangan ini justru lebih menyukai kesenian modern.

“Untuk melestarikan seni rebana, diharapkan semua sekolah di Kabupaten Bireuen memiliki tim rebana,” pungkasnya. (Herman Suesilo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang, Dewan Bireuen Minta BPBD Percepat Distribusi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, bantuan...

Mengabdi di Pedalaman Aceh, Empat Mahasiswa UNIKI Jadi Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Komitmen generasi muda dalam memajukan pendidikan di daerah terpencil kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...

KABAR POPULER

Bireuen Bangkit dari Reruntuhan Menuju Harapan

0
Oleh: M. Zubair, S.H.,M.H. Kadis Kominfo dan Persandian Kabupaten Bireuen TULISAN ini merupakan refleksi dari kegiatan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir...

Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat untuk Korban Banjir di Pante Lhong

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lazismu dan MDMC membangun 44 unit hunian darurat (hundar) untuk korban banjir dan tanah longsor...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...