KABAR BIREUEN-Untuk melestarian seni tradisional khususnya Musik Rebana sebagai bentuk seni yang bernafaskan keislaman di Kabupaten Bireuen.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Bireuen melalui Bidang Seni dan Budaya, menggelar Lomba Seni Rebana antar pelajar tingkat SD/MI se-Kabupaten Bireuen.
Lomba Seni Rebana, salah satu kegiatan rutin tahunan Disdikpora Bireuen ini, di gelar pada Minggu (8/10/2017) malam, di halaman Pendopo Bupati Bireuen.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Bireuen, Drs. Nasrul Yuliansyah, M.Pd, di sela-sela kegiatan kepada Kabar Bireuen, mengatakan, musik rebana sebagai bentuk seni yang bernafaskan keislaman. Merupakan salah satu dari sekian banyak seni tradisional yang ada di berbagai daerah Indonesia.
Selain itu, musik rebana merupakan salah satu bagian dari kebudayaan yang mengandung muatan nilai-nilai religius, etika, norma dan ajaran positif yang diduga dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengatasi krisis moral, bagi kehidupan manusia.
“Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai seperti itu sangat diperlukan dalam upaya pengembangan kedewasaan emosional peserta didik,” jelasnya.
Sangatlah krusial musik rebana menjadi salah satu seni kegiatan di sekolah-sekolah, tentunya untuk mengoptimalkan fungsi musik rebana dalam dunia pendidikan, diperlukan pemahaman yang menyeluruh.
Diantaranya mencakup pemahaman terhadap makna-makna simbolik pada musik rebana, refleksi nilai-nilai dari musikalitas, dan perumusan metode pengajaran yang efektif dan efisien serta menyenangkan bagi peserta didik,” sebut Kadisdikpora Bireuen ini.
Menurut Nasrul Yuliansyah, kedewasaan emosional tidak hanya bermanfaat untuk membantu kelancaran hubungan sosial. Tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi pembentukan kepribadian, pertumbuhan dan perkembangan sikap kreatif, etis, dan estetis.
Dengan adanya lomba rebana ini kiranya dapat menjadi momentum untuk melestarikan kesenian tradisional yang bernuansa Islam. Sekaligus mendorong masyarakat, khususnya kalangan generasi muda untuk mencintai kesenian rebana, karena mereka belakangan ini justru lebih menyukai kesenian modern.
“Untuk melestarikan seni rebana, diharapkan semua sekolah di Kabupaten Bireuen memiliki tim rebana,” pungkasnya. (Herman Suesilo)










