Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, John Wempi Wetipo, bersama anggota DPR RI Komisi V, H. Ruslan M. Daud (HRD), saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Jumat (14/2/2020).

KABAR BIREUEN – Pembangunan jalan nasional dua jalur Bireuen-Takengon sepanjang 1,5 km, hampir rampung dikerjakan oleh rekanan pelaksana pekerjaan, PT. Kota Petro Dolar. Hanya tinggal penyelesaian beberapa item lagi. Setelah itu, sudah dapat dinikmati masyarakat.

Pembangunan jalan dua jalur tersebut merupakan salah satu infrastruktur hasil perjuangan atau usulan H. Ruslan M. Daud (anggota Komisi V DPR RI asal Bireuen) ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal itu, menyahuti aspirasi masyarakat Kabupaten Bireuen, khususnya warga Kecamatan Kota Juang dan Kecamatan Juli. Mereka sudah lama mendambakan jalan dua jalur itu, mulai bundaran Simpang Empat Kota Bireuen (Kecamatan Kota Juang) hingga ke depan Rumah Sakit BMC (Kecamatan Juli).

Menurut HRD, begitu sapaan akrab H. Ruslan M. Daud, dia sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut semenjak dirinya dilantik menjadi anggota DPR RI pada Oktober 2019 lalu.

Kepada wartawan, Kamis (2/12/2021), HRD mengungkapkan, awalnya pada Desember 2019 dirinya bersama sejumlah anggota Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Aceh, termasuk Bireuen. Kemudian pada Februari 2020, dia kembali mengajak Wakil Menteri (Wamen) PUPR ke Bireuen dan kabupaten/kota lainnya.

Saat itu, Wamen PUPR RI, John Wempi Wetipo, langsung melihat sendiri ruas jalan Bireuen-Takengon dan beberapa infrastruktur lainnya di Bireuen. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, usulan tersebut diterima Wamen PUPR. Selanjutnya, HRD juga tetapa mengawalnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

“Alhamdulillah rangkaian advokasi kami terkait pembangunan jalan dua jalur Bireuen-Takengon, sudah terealisasi sebagaimana harapan kita semua. Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan koordinasi yang baik dengan semua pihak,” ucap Bupati Bireuen periode 2012-2017 ini.

Dengan sudah dibangunnya jalan dua jalur Bireuen-Takengon tersebut, kata HRD, selain memperlancar arus lalu lintas di jalur padat kendaraan itu, juga sekaligus membuka peluang pekerjaan untuk pengusaha lokal dan juga masyarakat setempat.

“Intinya, dengan disahutinya aspirasi rakyat ini, telah menampung lapangan kerja untuk masyarakat, menghidupkan ekonomi rakyat dan menekan angka pengangguran,” sebut HRD.

Selain itu, keberadaan jalan dua jalur tersebut juga akan mempercantik kota Bireuen. Akses masyarakat beribadah ke Mesjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, juga semakin mudah dan lancar melalui jalan dua jalur itu.

Bukan hanya jalan dua jalur Bireuen-Takengon, sekarang HRD juga sedang memperjuangkan supaya bisa dilanjutkan pembangunan jalan dua jalur Medan-Banda Aceh dari Simpang Adam Batre, Kecamatan Kota Juang ke Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa. Rencananya, pembangunan jalan dua jalur tersebut akan dibawa ke Komisi V dan Kementerian PUPR pada minggu ketiga Desember nanti, untuk mempercepat mendapatkan dana.

Menurut HRD, banyak aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkannya di tahun anggaran 2021. Selain jalan dua jalur Bireuen-Takengon, juga rehab jembatan Peudada, jembatan Meureubo, pembangunan jalan ke Makam Cut Meutia dan sejumlah infrastruktur strategis lainnya.

“Rehab jembatan Peudada di lintas Medan-Banda Aceh, juga sudah kita perjuangkan dan sedang dikerjakan dengan anggaran Rp24 miliar,” sebut wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (Red)