KABAR BIREUEN, Bireuen – Dalam upaya memperkuat peran kelembagaan pemberdayaan keluarga, pendidikan anak, literasi, dan konsumsi ikan di masyarakat, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus TP-PKK, TP-Posyandu, Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Forikan Kabupaten Bireuen masa bakti 2025–2030.
Acara pelantikan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Fajar Bireuen, Jumat pagi, 1 Agustus 2025. Tak hanya tingkat kabupaten, pelantikan juga sekaligus dilakukan untuk pengurus tingkat kecamatan se-Kabupaten Bireuen yang dipimpin langsung Ketua TP-PKK Bireuen, Sadriah, SKM., MKM.
Dalam sambutannya, Sadriah menyampaikan, amanah yang diemban para pengurus bukan sekadar tugas organisasi, melainkan tanggung jawab moral untuk mendorong kemajuan daerah dari akar rumput yaitu keluarga.
“Ini adalah bentuk kepercayaan untuk menjadi motor penggerak pembangunan dari tingkat gampong hingga kabupaten. Mari kita bekerja dengan ikhlas, cerdas, dan tuntas,” ajaknya.

Menurut Sadriah, penguatan lima lembaga ini sejalan dengan arah pembangunan nasional 2025–2029 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yakni fokus pada pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, serta pertumbuhan berkelanjutan.
Sadriah juga menegaskan pentingnya peran masing-masing elemen:
-
TP-PKK berfokus pada pemberdayaan keluarga melalui 10 program pokok seperti penghayatan Pancasila, pangan, sandang, pendidikan, kesehatan, hingga perencanaan sehat.
-
TP-Posyandu kini bertransformasi menjadi lembaga masyarakat multifungsi yang mendukung pelayanan publik lintas sektor seperti pendidikan, kesehatan, sosial, hingga ketertiban umum.
-
Bunda PAUD berperan strategis dalam pembangunan pendidikan anak usia dini yang berkualitas melalui program PAUD 1 tahun prasekolah sebagai bagian dari gerakan nasional PAUD holistik-integratif.
-
Bunda Literasi mengemban tanggung jawab menghidupkan minat baca masyarakat, utamanya sejak usia dini, sebagai pondasi penting untuk kualitas SDM masa depan.
-
Forikan menjadi ujung tombak dalam kampanye konsumsi ikan untuk mengatasi stunting dan meningkatkan gizi masyarakat melalui program Gemar Makan Ikan (Gemarikan).
Sementara Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST yang juga bertindak sebagai pembina organisasi-organisasi tersebut, menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada para pengurus baru.
“Ini adalah amanah mulia dan tanggung jawab besar untuk membangun masyarakat, khususnya di bidang keluarga, kesehatan, pendidikan anak, literasi, dan gizi,” ujarnya.

Dia menegaskan, keberadaan dan sinergi dari lima pilar ini akan sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Bupati Bireuen juga merujuk pada sejumlah regulasi yang menjadi dasar penguatan peran kelembagaan ini. Di antaranya, Perpres Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan PKK, Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang memperluas peran Posyandu, dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 91 Tahun 2021 terkait struktur Forikan.
“Agar semua dapat berjalan efektif, maka pelantikan ini menjadi titik awal penguatan di semua lini: kabupaten, kecamatan, hingga gampong,” jelas Bupati Mukhlis.
Mukhlis mengharapkan, pelantikan tersebut menjadi momentum strategis untuk membangun kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Bireuen. Semua pihak yang telah dikukuhkan, diminta segera menyusun program kerja konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat serta menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra organisasi lainnya. (Hermanto/Adv)










