KABAR BIREUEN, Bireuen -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Aceh Besar, menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi gempa bumi dan tsunami, serta menumbuhkan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko bencana di wilayah pesisir Bireuen, dibuka Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT.
Seremoni pembukaan berlangsung di ruang Oproom Kantor Pusat Pemerintahan setempat, Rabu 23 Juli 2025, ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis.
Wakil Bupati Bireuen, Razuardi mengatakan, peristiwa gempa bumi Pidie Jaya tahun 2016 menjadi pelajaran penting, lokasi yang selama ini tidak masuk dalam peta risiko tinggi ternyata menyimpan ancaman serius.
“Ini menunjukkan, bencana bisa datang dari arah yang tak terduga, dan tidak menunggu kita siap,” katanya.
Ditambah dengan keberadaan sesar lokal aktif dan kedekatannya dengan zona megathrust, maka kesiapsiagaan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan suatu kewajiban.
“Kita semua, tanpa kecuali, harus menanamkan budaya siaga sejak hari ini,” sebutnya.
Maka melalui kegiatan Sekolah Lapang Gempa bumi dan Tsunami ini, kita bersama-sama memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan respons cepat masyarakat dalam menghadapi bencana.

SLG bukan hanya agenda teknis, tetapi juga ruang membangun budaya siaga yang melekat dalam kehidupan sehari- hari.
Pada kesempatan itu, Razuardi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, sekolah, tenaga kesehatan, media, dan unsur SKPK Bireuen yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
“Dengan semangat gotong royong, mari kita terus dorong kolaborasi lintas sektor mulai dari tingkat desa hingga kabupaten untuk membentuk Komunitas Siaga Bencana di Kabupaten Bireuen,” katanya.
Karena hanya dengan kerja sama dan komitmen bersama, bisa meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan generasi kini dan nanti.
“Semoga pelaksanaan acara Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar, dan menjadi titik tolak penguatan kesiapsiagaan di Tanah Rencong yang kita cintai ini,” pungkas Wakil Bupati Bireuen.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar , Andi Aztar Rusdin, S.Si., M.Sc menjelaskan, bahwa kesiapsiagaan dan pengetahuan masyarakat menjadi kunci penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami.
SLG ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas masyarakat Bireuen dalam menghadapi bencana, termasuk kesiapsiagaan evakuasi mandiri tanpa menunggu instruksi dan memahami arti warna status peringatan dini tsunami BMKG.
Disebutkan, Program Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami ini mendukung implementasi Tsunami Ready Community dari UNESCO-IOC, yang bertujuan membentuk komunitas pesisir yang siaga tsunami melalui pemenuhan 12 indikator kesiapsiagaan.
“BMKG berharap kegiatan Ini dapat memperkuat kolaborasi antar pihak, termasuk BPBD, TNI, POLRI, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, untuk mewujudkan komunitas tangguh bencana menuju zero victim dan 100 persen daerah pesisir aman tsunami di Kabupaten Bireuen,” pungkasnya. (Hermanto)












