KABAR BIREUEN-Jalan Raya Lintasan Medan-Banda Aceh dalam Kabupaten Bireuen banyak yang rusak dan berlubang. Kondisi seperti ini tentu diperparah jika hujan turun, maka jalan akan tergenang air.
Tentu saja ini sangat menggangu dan membahayakan pengendara.Karena bisa saja terperosok ke dalam lubang.
Seperti yang terjadi pada Jumat pagi (10/11/2017), warga pengendara becak yang membawa ayam potong terperosok ke dalam lubang di tengah jalan di Simpang Adam Batre, Kota Juang, Bireuen yang sedang digenangi air hujan.
Kebetulan saja dua personil Satuan Lalu Lintas Polres Bireuen yang sedang bertugas mengatur lalu lintas di persimpangan jalan tersebut langsung memberi bantuan.
Hal tersebut tentu saja sangat disayangkan. Seharusnya Pemerintah lebih memprioritaskan menutup dan memperbaiki jalan berlubang tersebut.
Seperti yang diutarakan Pengurus Komite Nasional Pemuda Indoensia (KNPI) Bireuen, Muammar Kadafi kepada Kabar Bireuen, mengeluhkan kondisi jalan raya lintas Medan-Banda Aceh dalam Kabupaten Bireuen yang masih banyak berlubang.
Dikatakan Bendahara KNPI Bireuen itu, kondisi jalan tersebut sangat tidak layak, apalagi jika datang musim penghujan. Warga sudah sangat terganggu dengan jaminan keselamatan jika berlalu lintas si sekitar jalan tersebut.
Oleh karena itu ia berharap pemerintah daerah bisa lebih memprioritaskan lobang jalan yang ada dalam kabupaten kususnya.
“Jangan hanya menata kota, disini warga sangat kewalahan saat melintasi jalan raya bahkan sangat terganggu aktivitas warga. Jangan-jangan dinas terkait tidak tahu dengan kondisi jalan berlobang,” kata Muammar Kadafi yang juga Keuchik Gampong Balee Me, Kecamatan Kutablang itu.
Kerusakan jalan, katanya, sudah cukup lama terjadi, namun belum ada perhatian dari Pemerintah. Maka dari itu, sebagai warga dia sangat berharap pemerintah bisa segera membangun jalan di wilayah kami, supaya aktivitas masyarakat terasa aman.
“Kami mohon kepada Pemerintah Pusat, Aceh, khususnya Bireuen melalui dinas terkait untuk menutup lubang yang berada di tengah jalan itu,” harapnya. (Ihkwati)










