lokasi Pasar Ikan Kuala yang tak difungsikan, sudah terlantar bertahun-tahun

KABAR BIREUEN– Pasar ikan Kecamatan Kuala di Cot Batee dibangun Pemkab Bireuen belasan tahun lalu hingga saat ini masih ditelantarkan belum difungsikan sebagai pasar ikan.

Pantauan Kabar Bireuen Selasa (7/7/2020) kondisi Pasar  Ikan di ibu kota Kecamatan Kuala, Cot Batee yang ditelantarkan terkesan sudah menjadi proyek mubazair tidak bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Kuala.

Di lahan pasar ikan kini sudah ditumbuhi semak belukar ilalang sangat merusak tatanan pengembangan Cot Batee sebagai ibu kota Kecamatan Kuala, berdekatan dengan kantor pemerintah Kecamatan Kuala.

Kadis Perindagkop Bireuen Ir HM Ali Basyah yang dikompfirmasi Kabar Bireuen melalui Kabid Pasar, Zulfikar SP dan beberapa staf di kantornya, Selasa (7/7/2020),  membenarkan bahwa Pasar Ikan di Cot Batee yang dibangun Pemkab Bireuen belasan tahun lalu hingga saat ini belum difungsikan.

Zulfikar mengatakan, pihak Perindagkop Bireuen sudah meminta agar pedagang ikan di Kecamatan Kuala yang jualan ikan di simpang jalan Kuala Raja agar pindah untuk menempati Pasar Ikan yang telah dibangun.

Namun para pedagang ikan enggan pindah masih tetap berjualan ikan di simpang jalan Kuala Raja sehingga Pasar Ikan yang telah dibangun Pemkab Bireuen hingga saat ini masih terlantar tidak berfungsi sebagai pasar ikan.

Mahmud salah seorang pedagang ikan warga Cot Batee kepada Kabar Bireuen mengatakan, pada saat selesainya pembangunan Pasar Ikan Cot Batee belasan tahun lalu, warga enggan pindah karena fasilitas Pasar Ikan belum memadai, terutama penyediaan air, WC umum belum ada.

Konon lagi pada masa itu Cot Batee sebagai Kecamatan Pemekaran Kecamatan Jeumpa menjadi Kecamatan Kuala Lokasi pasar ikan masih sepi pembeli  para pedagang ikan belum saatnya  untuk pindah dan masih berjualan ikan di simpang Jalan Kuala Raja.

Menurut Mahmud, saat ini Kecamatan Kuala sudah berkembang di sekitar Kantor Camat sudah dipenuhi dengan pertokoan, warung kopi dan lokasi Pasar Ikan masih kumuh ditumbuhi semak belukar ilalang  sangat merusak tatanan ibu kota Kecamatan Kuala, ujarnya.

Masyarakat berharap pihak Disperindagkop Bireuen sebagai Dinas terkait bidang pasar perlu melangkapi fasiltas Pasar Ikan Cot Batee terhadap pengadaan air, WC umum yang memadai, karena lokasi Pasar Ikan Kecamatan Kuala dapat juga difungsikan sebagai pasar sayur.

“Jika fasilitasnya sudah dilengkapi para pedagang ikan akan bersedia menempati Pasai Ikan Cot Batee untuk berjualan ikan,” ujar Mahmud. (H.AR Djuli).

BAGIKAN