KABAR BIREUEN, Samalanga – Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) melalui Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) berkolaborasi dengan Lembaga Tandaseru Indonesia menggelar pelatihan public speaking di Aula Kampus UNISAI, Samalanga, Bireuen, Kamis, 14 Agustus 2025.
Kegiatan tersebut menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari dosen, mahasiswa, pemuda, hingga santri, yang bersama-sama membekali diri dengan keterampilan berbicara efektif dan membangun pengaruh positif di tengah masyarakat.
Rektor UNISAI, Dr. Tgk. Muhammad Abrar Azizi, M.Sos., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Public speaking merupakan salah satu keterampilan kunci yang mampu membuka jalan bagi pengembangan diri dalam kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Tgk. Muhammad Abrar Azizi.

Apalagi, lanjutnya, untuk tampil dengan kepercayaan diri tinggi, dan merebut audiens, maka dibutuhkan ketrampilan dalam dalam komunikasi lintas ilmu dan ide.
Tampil sebagai keynote speaker, Dr. Tgk. Karimuddin Abdullah Lawang, MA., CIQnR. Dia memaparkan konsep public speaking yang memadukan seni berbicara dengan nilai-nilai keislaman. Karimuddin mengingatkan, kemampuan berbicara di depan publik adalah amanah yang harus digunakan untuk menyampaikan kebenaran, membangun persatuan, dan menginspirasi perubahan positif.
“Untuk merebut perhatian audiens, salah satu metode yang paling efektif adalah dengan penyampaian kalimat dan penampilan dengan seni berbicara dalam membangun inspirasi dan perubahan,” tandas Tgk Karimuddin.

Pelatihan inti dipandu langsung trainer dari Tandaseru, Lailan Fajri Saidina. Dia membekali peserta dengan teknik artikulasi, penguasaan panggung, serta strategi membangun koneksi emosional dengan audiens. Sesi ini berlangsung interaktif, diwarnai praktik langsung yang memacu peserta untuk mengasah keterampilan secara nyata.
Dengan kegiatan ini, UNISAI menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan kapasitas personal dan profesional sivitas akademika serta masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian program pengembangan keterampilan komunikasi yang lebih luas di masa mendatang. (Red)












