Sabtu, 6 Desember 2025

Dosen UNISAI Soroti Peran Islah dan Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa Keluarga pada Seminar Hari Keluarga Nasional 2025

KABAR BIREUEN, Samalanga  –  Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional Tahun 2025, Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT) sukses menyelenggarakan sebuah seminar nasional bertema “Islah dan Mediasi sebagai Solusi Penyelesaian Sengketa Keluarga”, Kamis (17/7/2025).

Kegiatan digelar secara virtual melalui platform Zoom Meeting dengan menghadirkan sejumlah akademisi, praktisi, dan tokoh agama dari berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Tgk. Karimuddin Abdullah Lawang, MA. CIQnR, seorang akademisi sekaligus ulama muda terkemuka dari Aceh. Dia saat ini menjabat sebagai Dosen Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI), sekaligus sebagai Ketua Umum Asosiasi IRMLA DPW Aceh. Selain kiprah akademiknya, Karimuddin juga dikenal sebagai alumni Pesantren MUDI Mesjid Raya Samalanga Bireuen Aceh, dan guru senior di Dayah Jamiah Al-Aziziyah Bireuen Aceh.

Dalam paparannya, Dr. Karimuddin menegaskan pentingnya mengedepankan nilai-nilai islah (perdamaian) dan mediasi sebagai pendekatan utama dalam menyelesaikan konflik keluarga. Ia mengingatkan bahwa tidak semua persoalan rumah tangga harus berujung pada perceraian, tetapi dapat diselesaikan secara damai melalui dialog, pendampingan tokoh agama, dan jalur mediasi yang adil.

“Islah dalam Islam bukan hanya bentuk penyelesaian, tetapi juga jalan untuk memulihkan keharmonisan, menjaga keberkahan rumah tangga, dan melindungi masa depan anak-anak,” ungkap Tgk Karimuddin.

Dosen UNISAI ini juga menyoroti keterkaitan antara prinsip islah dalam hukum Islam dengan pendekatan mediasi penal yang kini diperkuat dalam KUHP Baru Tahun 2023. Menurutnya, semangat restoratif justice yang diusung dalam undang-undang pidana nasional sangat relevan dengan maqashid syariah, yakni menjaga kedamaian, kehormatan keluarga, dan keadilan sosial.

Seminar ini mendapat sambutan hangat dari peserta yang berasal dari berbagai kampus dan institusi. Diskusi yang berlangsung dinamis membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif antara hukum Islam dan sistem hukum nasional sangat dibutuhkan dalam menghadapi kompleksitas permasalahan keluarga saat ini.

Di akhir sesi, Dr. Karimuddin menyampaikan harapan agar lembaga pendidikan Islam, KUA, tokoh masyarakat, dan akademisi dapat terus bersinergi dalam menghidupkan budaya damai dan mencegah konflik keluarga sejak dini. (Red) 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pulihkan Akses Utama Medan–Banda Aceh, Kementerian PU Bangun Jembatan Bailey Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Akses utama Medan–Banda Aceh yang terputus akibat banjir pekan lalu, dipastikan akan normal kembali. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI segera...

Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan Senilai Rp300 Juta untuk Korban di Sejumlah Gampong...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Anggota DPRA Dapil III Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos alias Ceulangiek bersama anggota DPRK Bireuen Dapil II, M. Yunus, S.Sos alias...

Bawa Bantuan ke Kawasan Terisolir, Warga Menangis Sambut HRD di Pengungsian

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Akses antarwilayah di bagian selatan Kabupaten Bireuen lumpuh total pascabanjir dan longsor pekan lalu. Yang paling memprihatinkan, warga di Desa...

Pasca Banjir Bank Aceh Pacu Normalisasi Layanan di Lhokseumawe dan Aceh Timur

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Komitmen Bank Aceh Syariah (BAS) untuk selalu hadir melayani masyarakat, terutama di masa sulit, kembali dibuktikan. Direktur Utama Bank...

Harga Tiket Pesawat di Aceh Mencekik Leher Saat Bencana, HRD Minta Kemenhub Turun Tangan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Saat warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih berjuang menghadapi bencana banjir dan longsor, muncul persoalan baru yang kian...

KABAR POPULER

Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan Senilai Rp300 Juta untuk Korban di Sejumlah Gampong...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Anggota DPRA Dapil III Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos alias Ceulangiek bersama anggota DPRK Bireuen Dapil II, M. Yunus, S.Sos alias...

Listrik Sering Padam di Kota Bireuen, Pelayanan di RSUD dr Fauziah Terancam ‘Lumpuh’

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Seringnya terjadi pemadaman listrik oleh PLN di Kota Bireuen Provinsi Aceh berdampak pada layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr...

Sidak Pasar Induk Bireuen, Bupati Mukhlis Minta Pedagang Tidak Mencari Untung Besar di Tengah...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST bersama Forkopimda setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Bireuen di Geulanggang Gampong, Kecamatan...

Agar Tidak Menghambat Pelayanan Kesehatan, Nakes Aceh Minta Diprioritaskan Akses BBM Khusus 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di wilayah-wilayah terdampak banjir di Aceh, sangat mengharapkan agar pemerintah memberikan prioritas akses Bahan Bakar...

Harga Tiket Pesawat di Aceh Mencekik Leher Saat Bencana, HRD Minta Kemenhub Turun Tangan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Saat warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih berjuang menghadapi bencana banjir dan longsor, muncul persoalan baru yang kian...