KABAR BIREUEN-Baitul Mal Bireuen menyalurkan dana zakat tahap II periode April-Agustus 2021, sebesar Rp1,9 miliar kepada 3.047 penerima.

Zakat tersebut disalurkan untuk beasiswa, siswa Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Kemudian, kepada senif miskin, muallaf dan fakir dan miskin melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Polres Bireuen dan untuk hak amil sebanyak 55 UPZ .

Zakat tahap II tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S. H., M. Si, di Pendopo Bupati setempat, Jumat. (22/10/2021).

Pada kesempatan itu, Muzakkar A. Gani, mengharapkan, untuk tahun depan pengumpulan dana ZIS supaya dapat ditingkatkan lagi, sehingga dengan dana ZIS ini banyak masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu.

“Agar masyarakat lebih percayaan lagi terkait penggelolaan dana ZIS di Baitul Mal, diminta seluruh dana yang terkumpul, supaya dipublikasikan. Supaya masyarakat tahu, sehingga transparansi dan pengelolaan lembaga juga tercapai,” pintanya.

Bupati juga berharap, sekecil apapun bantuan yang diberikan, bermanfaat dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya.

Sebelumnya, Ketua Baitul Mal Kabupaten Bireuen, Tgk Muhammad Hafiq, S.Sy, melaporkan, ke 2.750 siswa tersebut terdiri tingkat SD 1.240 siswa, MI 639 siswa, SMP 843 siswa dan MTs 28 siswa.

Penyaluran dilakukan melalui rekening masing-masing siswa, kuota yang diberikan untuk setiap sekolah sesuai dengan penerimaan zakat dan infak dari PNS di sekolah yang bersangkutan.

Selain itu, zakat turut disalurkan kepada senif miskin sebanyak 194 orang masing-masing Rp1 juta, berikutnya kepada muallaf yang sudah tiga tahun masuk Islam tetapi masih termasuk miskin sebanyak 94 orang masing-masing Rp1 juta.

Juga diberikan kepada para muallaf yang baru atau pensyahadatannya belum masa tiga tahun sebanyak 8 orang masing-masing Rp2,5 juta.

“Kepada muallaf disalurkan ke rekening masing-masing,” jelas Tgk Muhammad Hafiq.

Disebutkan, zakat turut disalurkan kepada fakir dan miskin melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Polres Bireuen yang sekian lama sudah menyalurkan zakat anggota melalui BMK Bireuen.

Pada tahap ini melalui UPZ Polres Bireuen disalurkan Rp27.275.000.

Selanjutnya zakat disalurkan untuk hak amil bagi Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) sebanyak 55 UPZ di lembaga (SKPK) serta amil kepada BUD pada BPKD sebanyak Rp138.256.000 serta amil lainnya.

Sementara dana Infak pada tahap II yang dicairkan untuk biaya publikasi kegiatan pada BMK Bireuen pada media cetak dan elektronik dan sejumlah pengeluaran lainnya dalam jumlah yang wajar dan sesuai dengan perundang-undangan.

“Dana infak belum dapat disalurkan untuk banyak program sebab belum ada regulasi seperti Peraturan Bupati yang masih berproses untuk pelaksanaan Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal,” jelasnya.

Qanun tersebut, katanya, hanya membatasi pengelolaan dana infak untuk bidang pemberdayaan ekonomi, investasi dana umat untuk kesejahteraan masyarakat dan penyertaan modal, diluar poin itu tidak dapat dilaksanakan

Ketua BMK Bireuen dari kalangan ulama muda ini mengatakan, menurunnya penerimaan zakat pada tahap II tahun anggaran 2021 ini sehingga tidak banyak fakir dan miskin yang dapat dibantu pada kali ini. Dominan disalurkaan kepada siswa.

“Upaya telah kami lakukan untuk meningkatkan penerimaan zakat dengan mendatangi sejumlah instansi vertikal dan melakukan sosialisasi, tetapi sebagian besar pegawai instansi vertikal belum membayar zakat melalui BMK Bireuen,” sebutnya. (Herman Suesilo).