Plt Kadis Pekerjaan Umum Bireuen, Fadli Amir ST

KABAR BIREUEN– Program jalan dua jalur di depan RSUD dr Fauziah terkendala dengan masih adanya pedagang yang masih berjualan di sana.

Pembangunan jalan dua jalur akan dikerjakan pada tahun 2018 ini dengan anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 7,8 miliar

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diwakili Kabid Bina Marga, Fadli Amir ST, dalam rapat di DPRK Bireuen, Kamis (22/3/2018) dengan pedagang yang akan direlokasi ke Pasar Induk Bireuen, Geulanggang Gampong, kota Juang.

Sebelum proses pembangunan jalan dilakukan, katanya, lokasi itu harus sudah bersih dari pedagang pada awal April. Sebab pada akhir April atau awal  Mei  2018 akan dilakukan tandatangan kontrak. Karena pada Maret sudah tender, kalau tak selesai sesuai tenggat waktu pada Desember 2018, maka dana itu akan dikembalikan  lagi ke pusat.

“Untuk pembangunan jalan dua jalur, maka 12 meter areal untuk pembangunan jalan tersebut harus bersih dari pedagang pada bulan April nanti. makanya kita harapkan dicari solusi agar pedagang bisa segera direlokasi ke Pasar Induk Bireuen. Supaya jalan dua jalur segera bisa dibangun agar dana tak perlu dikembalikan lagi ke Pemerintah Pusat,” jelas Fadli.

Pernyataan  yang sama dikatakan Sekda Bireuen, Ir Zulkifli Sp pada intinya menyebutkan, relokasi pedagang ke pasar induk adalah bagian dari penataan jalan di depan rumah sakit dr Fauziah Bireuen yang sangat menganggu pengendara dan kelancaran keluar masuk ambulance menuju rumah sakit.

“Oleh sebab itu, Pemkab Bireuen akan membangun jalan dua jalur di kawasan tersebut sebagai solusi mengatsi kesemrautan dan kemacetean. Salah ssatu upaya yang dilakukan sebelum pembangunan jalan adalah merelokasi para pedagang yang berjualan di sana,” pungkasnya. (Ihkwati)