Meski Tanpa Usulan Pemkab Bireuen, HRD Siap Perjuangkan Huntara untuk Korban Bencana

KABAR BIREUEN, Bireuen – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), menyatakan siap memperjuangkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen, meski tanpa usulan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Langkah tersebut diambil HRD demi menjawab kebutuhan mendesak warga yang hingga kini masih bertahan di tenda darurat, meunasah, dan masjid yang sudah ebih dari sebulan pascabencana.

Apalagi menjelang bulan suci Ramadhan, kondisi para pengungsi kian memprihatinkan. Banyak warga hidup dalam keterbatasan, tanpa tempat tinggal layak, sementara kejelasan solusi dari pemerintah daerah belum juga terlihat.

HRD menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen yang tidak mengusulkan pembangunan huntara ke pemerintah pusat. Dia menilai, langkah tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan dan justru berpotensi memperpanjang penderitaan korban banjir dan longsor.

“Kalau pemerintah daerah tidak mau memproses huntara, saya siap memperjuangkannya langsung. Para keuchik dan masyarakat bisa mengajukan melalui saya di DPR RI, asalkan tersedia lahan yang aman dan layak,” ungkap HRD kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

BACA JUGA:  Korban Banjir di Balee Panah Berharap Tidak Direlokasi ke Luar Gampong

Sikap HRD ini muncul menyusul pernyataan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, yang menyebutkan, korban banjir menolak pembangunan huntara dan lebih memilih langsung dibangun hunian tetap (huntap). Pernyataan tersebut disampaikannya pada pertemuan dengan wartawan di Meuligoe Bireuen, Rabu (31/12/2025).

Namun, faktanya sebagian besar korban banjir justru sangat membutuhkan huntara, sambil menunggu proses pembangunan huntap yang diperkirakan memakan waktu lama.

Salah satu contohnya terlihat di Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan. Hingga kini, sebagian besar warga desa tersebut masih tinggal di tenda-tenda darurat yang tidak layak huni.

“Kami membutuhkan sekitar 20 sampai 30 unit huntara. Warga sudah terlalu lama hidup di tenda dan meunasah. Ramadhan sudah dekat, tapi belum ada kepastian dari pemerintah,” ujar Keuchik Kapa, Evendi, kepada HRD saat mengunjungi desa tersebut, Senin (5/1/2026).

Evendi mengungkapkan, pihaknya bahkan telah menyiapkan lahan untuk pembangunan huntara sebagai solusi sementara sebelum hunian tetap dibangun. Namun hingga saat ini, belum ada respons maupun kejelasan terkait hal tersebut dari Pemkab Bireuen.

BACA JUGA: Tindaklanjuti Permintaan HRD, Kementerian PU Siap Bangun Huntara di Langkahan

“Daerah lain bisa membangun huntara. Kenapa di Bireuen justru ditolak? Apakah perhatiannya baru akan datang kalau Presiden turun langsung?” sindirnya.

Menurut Kechik Evendi, setelah dilanda banjir dan longsor, hampir seluruh rumah warga Gampong Kapa tertimbun lumpur. Sebagian mengalami rusak berat, bahkan tidak lagi bisa dihuni. Kondisi tersebut membuat tekanan ekonomi dan psikologis warga semakin berat, terutama menjelang Ramadhan.

HRD menjelaskan, pembangunan huntara tidak akan menghilangkan hak korban untuk mendapatkan hunian tetap. Menurutnya, anggapan bahwa huntara dapat menghambat pembangunan huntap merupakan pemahaman yang keliru.

“Huntap itu prosesnya panjang. Sementara rakyat tidak mungkin dipaksa berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tinggal di tenda. Huntara adalah solusi kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut HRD, keberadaan huntara menjadi sangat mendesak, terutama untuk menghadapi Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan layak dan bermartabat.

BACA JUGA:  Opening Ceremony Pembangunan 100 Huntara: Gerbang Awal Kemandirian Ekonomi dan Tangguh Secara Karya di Langkahan

“Sudah lebih sebulan rakyat kita tidak punya rumah dan tinggal di tenda, meunasah, masjid, dan juga rumah anggota keluarga mereka. Tidak mungkin kita membiarkan begitu dalam waktu lama,” ungkap Bupati Bireuen periode 2012-2017 itu.

HRD juga mengingatkan pengalaman rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami 2004 yang menunjukkan, pembangunan rumah permanen membutuhkan waktu panjang.

“Tidak masuk akal jika rakyat dipaksa bertahan di tenda atau menumpang di rumah keluarga yang tidak tertimpa bencana, selama satu atau dua tahun. Huntara adalah solusi darurat yang manusiawi,” katanya.

Karena itu, dia mengharapkan Bupati Bireuen meninjau ulang kebijakannya itu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Ramadhan sudah di depan mata. Ini soal nyawa, martabat, dan kemanusiaan,” pungkas HRD. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bupati Mukhlis Tutup Rangkaian Perlombaan Semarakkan HUT ke-27 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T secara resmi menutup rangkaian kegiatan perlombaan dalam rangka peringatan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27...

Mahasiswi UNIKI Nuri Mahera Raih Juara I Festival Aneuk Nanggroe 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Mahasiswi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Nuri Mahera, berhasil meraih Juara I kategori penyanyi vokal solo pada Festival Aneuk Nanggroe...

BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Aceh melalui SYAFIF Goes to Aceh 2026

0
‎KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh terus berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh....

Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, 17 Tim Ikuti Lomba Toet Budee Trieng Piala Bupati

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 17 tim perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten Bireuen mengikuti Lomba Toet...

Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Cabang Bireuen, Bupati Mukhlis Tekankan Kolaborasi untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan...

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh Dr. dr. Muntadar, Sp.B., Subsp.Ped(K) melantik Ketua dan Pengurus IDI Cabang Bireuen Periode...

KABAR POPULER

Kalahkan Peusangan 3-1, Samalanga ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Sekira tiga belas ribu penonton memadati Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Jumat sore 9 Oktober 2026, guna...

Satresnarkoba Polres Bireuen Ungkap Peredaran 6,1 Kg Sabu, Dua Tersangka Asal Aceh Tamiang Ditangkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bireuen berhasil mengungkap dugaan tindak pidana peredaran gelap narkotika jenis sabu. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua orang...

Cegah Kriminalitas di Area Parkir, Polsek Kota Juang Patroli Rutin

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang - Personel Kepolisian Polsek Kota Juang Polres Bireuen, melaksanakan patroli rutin sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat...

Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Cabang Bireuen, Bupati Mukhlis Tekankan Kolaborasi untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan...

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh Dr. dr. Muntadar, Sp.B., Subsp.Ped(K) melantik Ketua dan Pengurus IDI Cabang Bireuen Periode...

Informatika Medis Jalani Asesmen Akreditasi, Rektor Umuslim Komit Tingkatkan Mutu Akademik Prodi Baru

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Rektor Universitas Almuslim (Umuslim), Dr. Marwan, M.Pd., menegaskan komitmennya untuk menjaga dan meningkatkan mutu akademik Program Studi Informatika Medis Fakultas...