Selasa, 13 Januari 2026

Opening Ceremony Pembangunan 100 Huntara: Gerbang Awal Kemandirian Ekonomi dan Tangguh Secara Karya di Langkahan

KABAR BIREUEN, Aceh Utara – Rumah Zakat bersama Bulak Sumur Peduli, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Tangguh Research Group on Resilient Architecture resmi memulai Program Pembangunan 100 Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak melalui opening ceremony di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (3/1/2026).

Program ini menjadi langkah awal kolaborasi kemanusiaan lintas lembaga dalam menghadirkan hunian sementara yang layak, aman, dan sehat bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal pasca kondisi darurat. Pembangunan 100 huntara tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Geudumbak.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan Rumah Zakat, Bulak Sumur Peduli, Universitas Gadjah Mada, Tangguh Research Group on Resilient Architecture, perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Kementerian Agama Aceh Utara, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Rektor UGM turut mengikuti kegiatan ini secara daring sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program kemanusiaan tersebut.

BACA JUGA:  Berdayakan Warga Lokal, Rumah Zakat Gelar Pelatihan Tukang untuk Bangun 100 Huntara di Aceh Utara

Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat, Al Razi Izzatul Yazid, dalam sambutannya menegaskan bahwa program pembangunan huntara merupakan wujud komitmen bersama dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Program ini tidak hanya membangun hunian fisik, tetapi juga membangun harapan dan rasa aman bagi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat,” ujarnya.

Opening ceremony pembangunan 100 huntara di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Dok. Rumah Zakat UGM)

Sementara itu, Ashar selaku tim ahli dan civitas akademik Universitas Gadjah Mada menekankan pentingnya sinergi antara lembaga sosial, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan pasca masa darurat. Menurutnya, dukungan keilmuan, pendampingan teknis, serta keterlibatan civitas akademik dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam pembangunan huntara yang berkelanjutan.

Mewakili Bupati Aceh Utara, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Aceh Utara, Zulkifli S.Ag, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rumah Zakat dan UGM beserta seluruh mitra atas kolaborasi yang dinilainya sangat inspiratif bagi percepatan pemulihan masyarakat Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan.

“Kami mengapresiasi langkah nyata ini. Program pembangunan huntara sangat dibutuhkan masyarakat dan menjadi contoh sinergi positif antara lembaga sosial, akademisi, dan pemerintah,” katanya.

BACA JUGA: Tindaklanjuti Permintaan HRD, Kementerian PU Siap Bangun Huntara di Langkahan

Program pembangunan 100 hunian sementara ini direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Selain menghasilkan hunian fisik, pendekatan ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong serta kemandirian warga Desa Geudumbak.

Salah seorang warga Desa Geudumbak, Martunis, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia berharap hunian sementara tersebut dapat mempercepat proses pemulihan kehidupan warga pasca bencana.

“Kami berterima kasih kepada Rumah Zakat bersama Bulak Sumur Peduli, UGM, dan Tangguh Research Group on Resilient Architecture yang telah membantu kami dengan menyediakan hunian sementara. Saat ini kami sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak. Semoga bantuan ini bisa mempercepat pemulihan pasca bencana,” ujarnya. (Red) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang, Dewan Bireuen Minta BPBD Percepat Distribusi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, bantuan...

Mengabdi di Pedalaman Aceh, Empat Mahasiswa UNIKI Jadi Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Komitmen generasi muda dalam memajukan pendidikan di daerah terpencil kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...

KABAR POPULER

Bireuen Bangkit dari Reruntuhan Menuju Harapan

0
Oleh: M. Zubair, S.H.,M.H. Kadis Kominfo dan Persandian Kabupaten Bireuen TULISAN ini merupakan refleksi dari kegiatan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat untuk Korban Banjir di Pante Lhong

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lazismu dan MDMC membangun 44 unit hunian darurat (hundar) untuk korban banjir dan tanah longsor...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...