Selasa, 16 Juni 2026

4.943 Hektare Tambak Rusak Akibat Bencana, Pemkab Bireuen Bergerak Pulihkan Sektor Perikanan

KABAR BIREUEN, Bireuen – Akibat bencana banjir dan tanah longsor, tambak seluas 4.943,33 hektare di Kabupaten Bireuen mengalami kerusakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen kini menggenjot pemulihan sektor perikanan rakyat itu sebagai langkah strategis mengembalikan sumber penghidupan ribuan nelayan dan pembudidaya ikan yang terdampak bencana.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menyampaikan, sektor perikanan merupakan salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman. Karena itu, pemulihan sektor tersebut menjadi prioritas setelah masa tanggap darurat bencana berakhir.

“Banjir bandang dan longsor telah merusak tambak, kolam ikan, sarana tangkap, serta fasilitas pendukung perikanan. Pemerintah daerah berkomitmen membantu masyarakat agar aktivitas perikanan bisa kembali berjalan,” kata Mukhlis, Rabu (11/2/2026).

Menurut Mukhlis, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu ,menyebabkan kerusakan besar pada berbagai sarana perikanan. Selain menghancurkan tambak dan kolam budidaya, bencana juga merusak perahu nelayan serta fasilitas pendukung lainnya. Banyak nelayan kehilangan sumber penghasilan akibat rusaknya fasilitas produksi dan matinya ikan yang siap panen.

BACA JUGA: Selamatkan Sektor Pangan, Sawah Rusak Sedang dan Ringan di Bireuen Mulai Direhabilitasi Februari Ini

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen telah melakukan pendataan kerusakan sarana dan prasarana perikanan sebagai dasar penyaluran bantuan dan perencanaan program pemulihan. Pendataan dilakukan menggunakan instrumen Kajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen, Ir. Jafar, mengatakan, pihaknya fokus memulihkan fungsi tambak dan kolam budidaya agar masyarakat dapat segera kembali berproduksi.

“Fokus kami saat ini memulihkan fungsi tambak dan kolam budidaya agar masyarakat bisa segera kembali berproduksi. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk dukungan lanjutan,” ujarnya.

Kerusakan tambak di Kabupaten Bireuen akibat bencana. (Foto: Dok. Pemkab Bireuen

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen, total luas tambak terdampak mencapai 4.943,33 hektare yang tersebar di 12 kecamatan. Dari jumlah tersebut, kerusakan kategori rusak berat sekali mencapai 311,99 hektare, rusak berat 695,37 hektare, rusak sedang 1.321,02 hektare, dan rusak ringan 2.611,45 hektare.

Selain itu, bencana juga merusak 19 unit jembatan penghubung area perikanan, saluran sepanjang 170,87 kilometer, satu unit Balai Benih Ikan (BBI), dua unit hatchery skala rumah tangga, jalan produksi sepanjang 8.376 meter, serta tiga unit pembenihan rakyat.

Kerusakan juga dialami sektor nelayan tangkap. Sebanyak 110 unit kapal atau perahu motor dilaporkan hilang dan rusak berat, 113 unit mengalami rusak ringan, serta 415 unit alat tangkap rusak atau hilang.

BACA JUGA: Pemkab Bireuen Bergerak Cepat, Layanan Kesehatan Pascabencana Kembali Normal 

Seluruh data kerusakan tersebut telah diusulkan kebutuhannya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan melalui pemerintah provinsi. Koordinasi lintas pemerintah terus dilakukan guna mempercepat realisasi bantuan rehabilitasi.

Para nelayan dan pembudidaya ikan menyambut positif langkah yang dilakukan pemerintah daerah. Mereka berharap, bantuan dapat segera terealisasi secara merata agar dampak ekonomi akibat bencana tidak berlangsung lama.

Selain pemulihan infrastruktur, Pemkab Bireuen juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok perikanan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Upaya ini dinilai penting agar sektor perikanan tidak hanya pulih, tetapi juga lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Pemkab Bireuen optimistis, melalui berbagai langkah pemulihan yang dilakukan, sektor perikanan akan kembali bangkit dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pascabencana. (Red) 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

UNIKI Gelar Student Global Preneur Academy di Lhokseumawe, Bekali Mahasiswa Literasi Keimigrasian dan Jiwa...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Tingkatkan Kompetensi, Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

0
KABAR BIREUEN, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja. Program ini menjadi bagian dari upaya...

KABAR POPULER

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Dikunjungi Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia, Pabrik Kelapa di Bireuen

0
KABAR BIREUEN -  Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia Dr, Ir. Agus Wahyudi, MM serta rombongan berkunjung ke pabrik berbahan...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

UNIKI Gelar Student Global Preneur Academy di Lhokseumawe, Bekali Mahasiswa Literasi Keimigrasian dan Jiwa...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk...