KABAR BIREUEN, Bireurn – Sebanyak 35 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 mulai menjalani karantina selama 10 hari sebagai persiapan menjalankan tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Karantina berlangsung 8–18 Agustus 2026 di Hotel Bireuen Jaya. Para calon Paskibraka akan menjalani pembinaan dan latihan secara intensif untuk mematangkan kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, kekompakan, serta keterampilan baris-berbaris sebelum bertugas pada 17 Agustus mendatang.
Sebelum memasuki masa karantina, para calon Paskibraka mengikuti upacara Tantingan yang dilanjutkan dengan tradisi siraman air kembang. Prosesi tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen, Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H.
Ketua Pelatih Paskibraka Kabupaten Bireuen, Muhammad Iqbal, S.E., M.M., mengatakan, sebanyak 35 calon Paskibraka tersebut terdiri atas 17 laki-laki dan 18 perempuan. Mereka merupakan siswa-siswi SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta dari berbagai sekolah di Kabupaten Bireuen.

“Mereka terdiri dari siswa-siswi jenjang SMA, SMK, dan MA negeri dan swasta se-Kabupaten Bireuen,” ujar Muhammad Iqbal kepada Kabar Bireuen, di Posko Karantina Calon Paskibraka, Minggu (9/8/2026),
Selama karantina, para calon Paskibraka akan mendapat berbagai pembekalan, mulai dari pelatihan peraturan baris-berbaris (PBB), teknik pengibaran dan penurunan bendera, pembinaan fisik dan mental, hingga penguatan kedisiplinan.
BACA JUGA: Pemkab Bireuen Alokasikan Anggaran Rp630 Juta untuk Kegiatan Paskibraka
Mereka juga akan dibekali wawasan kebangsaan serta materi pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Untuk memastikan proses pembinaan berjalan maksimal, para calon Paskibraka dilatih oleh instruktur berpengalaman dari unsur TNI/Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Bireuen, serta Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Selain latihan fisik dan mental, aspek kesehatan peserta juga menjadi perhatian selama masa karantina dan pemusatan latihan. Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen disiagakan untuk memantau kondisi kesehatan para peserta yang menjalani jadwal latihan cukup padat dan intensif.
Tim medis juga menyiapkan obat-obatan dan suplemen untuk membantu menjaga kondisi serta stamina peserta tetap prima selama mengikuti seluruh rangkaian latihan.
Dukungan kesehatan tersebut meliputi tenaga dokter, perawat siaga dari PSC 119, serta ambulans darurat yang disiapkan di sekitar lokasi pemusatan latihan dan tempat karantina.
Muhammad Iqbal menegaskan, seluruh rangkaian karantina dan latihan dirancang secara intensif agar para calon Paskibraka benar-benar siap mengemban tugas pada momentum penting peringatan HUT ke-81 RI.
“Masa karantina ini dirancang secara intensif agar Paskibraka siap menjalankan tugas negara pada hari H nanti,” jelasnya. (Hermanto)











