KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mengalokasikan anggaran Rp630 juta untuk kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen Tahun 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. (Kesbangpol) Bireuen, Dr. Mukhtaruddin, S.H.M.H, melalui Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Teuku Juwirman Syah, S.E mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan Paskibraka.
Rincian kebutuhan mulai dari rekrutmen anggota Paskibraka, seleksi, atribut dan seragam, konsumsi, transportasi, pelengkapan latihan, kesehatan, honorium pelatih, instruktur.
Kemudian, karantina, pengukuhan dan bunggoeng Jaroe dan keperluan lainnya, ujar Juwirman Syah kepada Kabar Bireuen, Selasa (4/8/2026).
Juwirman Syah mengatakan, berdasarkan hasil seleksi yang telah dilakukan sebelumnya ada sebanyak 35 calon anggota Paskibraka Kabupaten Bireuen yang telah dinyatakan lulus, terdiri dari 17 laki-laki dan 18 perempuan.
“Mereka adalah putra dan putri terbaik Kabupaten Bireuen hasil seleksi yang nantinya akan bertugas sebagai mengibarkan dan menurunkan bendera pada upacara peringatan HUT RI,” ujarnya.
Disebutkan, untuk pakaian selama latihan para peserta mendapat dua stel baju olahraga dan celana training dan sepasang sepatu.
Kemudian saat bertugas utama pada hari H di lapangan upacara, Anggota Paskibraka mengenakan PDU (Pakaian Dinas Upacara) yang berupa baju lengan panjang dan celana/rok berwarna serba putih lengkap dengan atribut resmi.

Disebutkan, anggota tim Paskibraka Kabupaten Bireuen mulai masuk karantina selama sebelas hari mulai 8 Agustus hingga 18 Agustus 2026, di Hotel Bireuen Jaya.
“Kalau kita lihat anggaran untuk kegiatan Paskibraka tahun ini memang sangat kurang, mungkin kekurangan anggaran tersebut akibat dari efesiensi anggaran di Kabupaten Bireuen,” ungkap Juwirman Syah
Kekurangan anggaran untuk kegiatan Paskibraka berdampak langsung pada penurunan kualitas fasilitas latihan, serta pembatasan kebutuhan logistik dan akomodasi peserta selama masa latihan dan masa karantina.
Selain itu menurunkan kualitas persiapan, memangkas waktu dan fasilitas latihan, serta membatasi jumlah personel atau gizi dan akomodasi anggota.
“Kondisi ini berisiko membuat performa baris-berbaris dan formasi pengibaran dan penurunan bendera kurang maksimal saat bertugas,” sebutnya.
Untuk itu Juwirman Syah berharap Pemkab Bireuen dapat menambah anggaran kegiatan Paskibraka secara optimal untuk tahun depan.
“Mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar nantinya rangkaian pelaksanaan upacara bendera peringatan HUT Ke-81 RI tingkat Kabupaten Bireuen berjalan sukses, lancar, serta khidmat tanpa hambatan berarti,” harapnya. (Hermanto)










