KABAR BIREUEN– Di akhir Ramdhan warga Desa Pulo Ara Kecamatan Kota Juang tunaikan kewajiban membayar zakat fitrah kepada panitia zakat Fitrah di Meunasah setempat minggu malam (2/6/2019)

Keuchik Desa Pulo Ara H Ridwan A Aziz,SH yang mengumkan dihadapan jamaah Tarawih Masjid Al Amin Pulo Ara, zakat fitrah ditetapkan 2,8 kilogram beras per jiwa dengan kualitas beras sesuai yang dikonsumsikan sendiri.

Zakat Fitrah adalah salah satu jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang merdeka dan mampu, ujar Imam Meunasah Desa Pulo Ara Tgk Ulil Amri kepada Kabar Bireuen disela-sela menerima pembayaran zakat fitrah dari warganya.

Dikatakan, zakat fitrah termasuk dalam rukun Islam keempat, diwajibkan kepada bagi segenap muslim untuk membayar zakat fitrah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan sebagai pelengkap puasa Ramdhan. Tanpa membayar zakat fitrah puasa Ramadhan kita kurang sempurna.

Zakat fitrah kata Tgk Ulil Amri merupakan salah satu menegakkan Syari’at Islam sesuai sabda Rasullah SAW, “ Islam dibangun diatas lima tiang pokok, yaitu kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramahan dan naik haji bagi orang-orang yang berkemampuan.

Hukum dari membayar zakat fitrah adalah fardhu bagi umat muslim yang telah memenuhi persyaratan tertentu, ada tiga syarat wajib zakat fitrah beragama Islam dan merdeka. Menemui dua waktu diantara bulan Ramadhan dan Syawal meski hanya sesaat.

Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang dibawah tanggungannya pada hari raya dan malamnya.

Ada pula syarat tidak wajib zakat fitrah, yaitu orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan. Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadhan.

Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadhan. Tanggungan isteri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam

Keutamaan dan hikmah zakat fitrah di bulan Ramadhan satu kewajiban yang wajib dipenuhi umat Islam. Dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri satu sak kurma atau gandum kering.

Kewajiban ini berlaku bagi kaum muslimin, budak maupun orang merdeka laki-laki, perempuan, anak kecil dan orang dewasa. Rasulullah SAW memerintahkan agar zakat fitrah ditunaikan sebelum orang-orang berangkat melakssanakan shalat Ied.

Dikemukakan, zakat fitrah memiliki beberapa hikmah sesuai hadis Rasullah SAW, bahwa zakat fitrah dapat mensucikan orang-orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan kotor selama menjalankan puasa dapat dibersihkan dengan zakat fitrah.

“Zakat fitrah juga memiliki hikmah untuk berbagi kebahagiaan dan kesejahteraan kepada mereka yang termasuk kurang beruntung,” ujar Tgk Ulil Amri.

Amatan Kabar Bireuen setiap malam akhir Ramadhan, masjid-masjid dan meunasah di Bireuen setelah selesai shalat Tarawih masyarakat ramai-ramai berdatangan untuk menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah untuk keluarganya masing-masing. (H.AR Djuli).

BAGIKAN