Wakil Bupati Bireuen Muzakkar A Gani

KABAR BIREUEN – DPRK Bireuen dalam waktu dekat ini akan mengesahkan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru, yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga yang sempat dilebur ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen.

Hal itu disambut baik oleh warga Bireuen, terutama pemuda dan penggiat serta pecinta olahraga.

Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Dr H Muzakkar A. Gani, SH., M.Si kepada Kabar Bireuen, Selasa (20/8/2019), menyebutkan, pemerintah periode ini melihat begitu pentingnya pembinaan pemuda dan olahraga. Bukan hanya sampingan.

Sehingga, pihaknya mengusulkan dihidupkan kembali Dispora. Sayangnya, ada segelintir orang melihat pembinaan pemuda olahraga hanya sampingan, sehingga sarana kepemudaan terabaikan.

“Sekarang setelah pengesahan, kita berharap semua kita perlu mendorong pembinaan prestasi olahraga dan kepemudaan. Tentu, kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya. Semoga olahraga Bireuen berkibar lagi,” sebutnya.

Wabup juga menambahkan, adalagi yang perlu diwaspadai dan kontrol sosial serta masukan dari masyarakat. Setelah pengesahan SOTK, bagaimana penempatan pejabat tak terintervensi pola pemikiran di luar profesionalitas.

Dikatakannya, kalau salah penempatan pejabat SOTK yang berubah itu, sedikitpun tidak ada manfaatnya.

“Karena itu, bupati telah meminta Badan Kegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) serta tim Pansel, agar benar-benar bekerja objektif dalam memposisikan pejabat sesuai dengan kemampuan dan keahliannya,” jelas Muzakkar.

Diungkapkan Wabup Muzakkar, ada fakta dan pengalaman yang kurang baik dalam dua tahun perjalanan pemerintahan yang perlu dievaluasi dan benahi. agar kembali pada “on the track”.

Sehingga, sebutnya, pemerintahan dapat berjalan normal dalam mendongkrak kinerja. Seperti mengeleminir tingginya kematian ibu dan anak, terdegradasi status RSUD dr Fauziah dan melambatnya upaya pengentasan kemiskinan.

Selain itu, stagnasi daya dorong peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan industri kecil. Perlu keseriusan serta solusi peningkatan produk usaha pertanian, melalui peningkatan jaringan irigasi dan cetak sawah baru.

“Kebersamaan tim dalam perencanaan sangat dibutuhkan, sehingga penggunaan anggaran menyentuh segala aspek kebutuhan masyarakat. Tidak terkonsentrasi dan terkooptasi pada satu dua kegiatan saja,” harap Muzakakar. (Ihkwati)

BAGIKAN