KABAR BIREUEN – Hampir empat tahun setelah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) berakhir, kini Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen akan segera memiliki gedung BKAD.

Pembangunan Gedung Badan Kordinasi Antar Desa (BKAD) yang terletak di Desa Ulee Gle itu dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Camat Makmur, Azmi S.Ag, Kamis (15/10/2020).

Menurut keterangan ketua UPK kecamatan Makmur, Zuboili A.Md kepada media, setelah berakhir program akhir 2015, PNPM Perdesaan Mandiri menyisakan modal lebih kurang sekitar Rp. 2,2 milyar.

Selanjutnya dana tersebut dikelola oleh UPK untuk dikembangkan dan digulirkan sebagai modal usaha kepada masyarakat dalam bentuk kelompok khususnya di wilayah Makmur.

Hampir empat tahun berjalan, modal bergulir terus bertambah dan sampai tahun 2020 sudah mencapai Rp.3,7 milyar termasuk aset tanah.

“Dulu, sisa dana dari PNPM hanya Rp 2,2 milyar, namun sekarang sudah mencapai Rp.3,7 Milyar lebih,” Jelas Zuboili.

Keberadaan dana Rp 3,7 milyar yang menjadi aset UPK Makmur, kini bergulir di tangan masyarakat sebanyak Rp.2,7 milyar lebih yang tersebar di 27 desa, tapi dana tersebut tidak lagi dimamfaatkan dalam bentuk kelompok namun di gunakan untuk individu.

“Sejak tahun 2016 penyaluran dana sudah menggunakan pola syariah ijab kabul dalam bentuk emas dan diberikan kepada individu,” ungkap Ketua UPK .

Pembangunan gedung yang sudah direncanakan tahun mulai tahun 2018, kini baru terealisasi diatas tanah ukuran 23 x 25 meter dan akan menjadi sekretariat UPK mendatang.

Ketua BKAD, Muhammad Abdullah yang diminta keterangan oleh Kabar Bireuen mengatakan, gedung tersebut dibangun dengan dana perguliran bekas PNPM sebesar Rp 300 juta lebih dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur lewat Musyawarah Antar Desa (MAD) tahun 2019 yang melibatkan para keuchik, tuha peut, imum mukim, tokoh perempuan.

“Pembangunan kantor kelembagaan BKAD sudah sesuai prosedur lewat MAD tutup buku tahun 2019, bahwa kantor dibangun tahun ini 2020,” ujar Muhammad Abdullah.

Kantor yang memiliki ukuran 16,5 x 9 meter itu akan dijadikan juga sebagai sekretariat UPK dalam menjalan kegiatan pengelolaan keuangan.

Menyangkut struktur, kelembagaan ini memiliki beberapa tingkat, pertama BKAD yang diketuai Muhammad Abdullah, Syarifuddin M.Yusuf dan M.Isa Ibrahim masing – masing sebagai anggota.

Berikutnya Badan Penasehat UPK yang diketuai Tgk.Usman Saidi, kemudian UPK, sebagai ketua Zuboili, Sekretaris Nazaryadi dan Bendahara Azlina.

Selanjutnya Tim Verifikasi dipegang oleh Syukri , sementara Tim Penyehatan Pinjaman dibentuk jika dibutuhkan dan ini bersifat Adhoc.

Pelaksanaan pengerjaan pembangunan Gedung Kelembagaan BKAD ini dilaksanakan oleh panitia berdasarkan Surat Keputusan Camat Makmur terdiri, Ketua Muhammad Abdullah, Wakil Ketua M.Isa Ibrahim, Sekretaris Syarifuddin Yusuf dan Bendahara Azlina sedangkan Seksi Perencanaan dan Pelaksana Pembangunan Zuboili A.Md dan Seksi Perlengkapan dan Pembantu Umum adalah Nazaryadi.

Peletakan batu pertama yang diawali peusijuk oleh pimpinan Darussaadah Lapehan Mesjid ,Tgk.M.Isa Husen juga dihadiri Danramil Makmur, Kapten.Inf.Ruslan dan anggota Kapolsek ini akan dijadikan sentral kemudi UPK.

“Dengan adanya kantor ini, proses administrasi dan kearsipan lebih rapi dan teratur,” tutur Camat Azmi.

Turut hadir pada hari itu, Imum Mukim Suka Jaya dan Suka Maju, keuchik Leubu Mee , Kuta Barat, Buket Seulamat, Blang Mane. (Faisal Ali)

BAGIKAN