KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperkuat upaya percepatan penurunan stunting setelah angka prevalensi stunting di daerah itu masih mencapai 27,1 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024. Selain memperkuat koordinasi lintas sektor, pemerintah juga mulai menetapkan desa yang akan diusulkan mengikuti Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Penguatan Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Bireuen serta Identifikasi dan Penetapan Pengajuan Penilaian Desa Berkinerja Baik yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bireuen di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis (30/7/2026).
Rapat dibuka Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, selaku Ketua TP3S Kabupaten Bireuen.
Dalam arahannya, Razuardi menegaskan stunting bukan sekadar persoalan gizi, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan sehingga penanganannya harus dilakukan secara terpadu.
“Target kita jelas, menurunkan prevalensi stunting sesuai target nasional dan RPJM. Kita optimistis bisa mencapainya karena kita bekerja bersama,” kata Razuardi.
Ia mengatakan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan gampong, tenaga kesehatan, kader posyandu, PKK, pendamping desa, akademisi, dunia usaha hingga masyarakat.

Menurutnya, berbagai program terus dijalankan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, seperti peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pendampingan keluarga berisiko stunting, pemberian makanan tambahan, penguatan layanan posyandu, perbaikan sanitasi dan akses air minum layak, serta edukasi pola asuh dan pemenuhan gizi keluarga.
Selain mengevaluasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, forum tersebut juga menetapkan desa yang akan diusulkan mengikuti Penilaian Desa Berkinerja Baik Tahun 2026. Desa yang dipilih diharapkan memiliki praktik terbaik, inovatif, dan komitmen kuat dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bireuen, Dailami, S.Hut., M.Ling, mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat sinergi seluruh anggota TP3S, mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi kendala di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, serta menyepakati langkah strategis untuk meningkatkan kualitas intervensi percepatan penurunan stunting.
“Melalui rapat ini kami berharap terbangun komitmen bersama, tersusun langkah tindak lanjut yang lebih efektif, serta ditetapkan desa yang layak diusulkan sebagai peserta Penilaian Desa Berkinerja Baik Stunting Tahun 2026 sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Bireuen di tingkat nasional,” ujar Dailami.
Rapat koordinasi tersebut diikuti 56 peserta yang terdiri atas Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), camat se-Kabupaten Bireuen, Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, akademisi, Koordinator P3MD, serta Tim Sekretariat TP3S. (Hermanto)











