KABAR BIREUEN, Juli – Pengurus Cabang (PC APRI) Bireuen menggelar aneka kegiatan sosial dan olahraga yang dipusatkan di Desa Juli Tambo Tanjong, Kecamatan Juli, berupa penanaman pohon serentak dan santunan anak yatim, Rabu (15/7/2027).
Penanaman pohon di lahan tanah wakaf yang berlokasi di Desa Juli Tambo Tanjong, Kecamatan Juli tersebut dengan penanaman pohon durian sebanyak 20 batang dan santunan yatim di meunasah setempat yang dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kemenag Bireuen, Dr. Zulkifli, M.Pd, Camat Juli Hendri Maulana, SIP, M.Sn, Keuchik Juli Tambo Tanjong, dan para Kasi di Kemenag Bireuen.
Kegiatan yang mengusung tema “Ekoteologi Penghulu: Menanam Pohon, Merawat Kehidupan, Melestarikan Bumi Serambi Mekkah” tersebut merupakan bagian dari Gerakan APRI Aceh yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Aceh dalam rangka memperingati Harlah yang ke-7.
Dalam sambutannya, Kakankemenag Bireuen, Zulkifli menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama.
“Program ini merupakan implementasi Asta Protas Menteri Agama, khususnya pada penguatan ekoteologi, pemberdayaan ekonomi umat, serta Kemenag Berdampak. Menanam pohon di tanah wakaf bukan sekadar penghijauan, tetapi juga ikhtiar menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ujar Zulkifli.
Sementara itu, Camat Juli, Hendry Maulana SIP MSM mengapresiasi inisiatif APRI Bireuen yang memilih tanah wakaf sebagai lokasi penanaman pohon durian. Menurutnya, pohon-pohon yang telah ditanam merupakan amanah yang harus dijaga bersama.

“Pohon yang sudah ditanam di tanah wakaf ini hendaknya dirawat dengan baik agar tumbuh subur dan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi aset wakaf yang produktif,” katanya.
Ia menyambut baik adanya kolaborasi dengan semua institusi dan organisasi mana saja. Ia mengingatkan, agar warga Desa Juli Tambo Tanjong bisa merawatnya tanaman di lokasi lahan wakaf ini, sehingga nantinya menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan berdampak bagi kemakmuran tanah wakaf.
“Produktivitas di sektor tanah wakaf ini agar menjadikan contoh bagi kita semua. Jika ada lahan tidur untuk bisa dimanfaatkan sebaik mungkin agar produktif,” tukasnya.
BACA JUGA: Bimas Cup I 2026 Meriahkan Rangkaian Harlah APRI Bireuen ke-7
Ketua APRI Bireuen, Dicky Kurniawan SHI dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian para penghulu kepada masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan keagamaan tetapi juga dalam pelestarian lingkungan dan kepedulian sosial.
“Melalui momentum Harlah ke-7 ini, kami ingin menunjukkan bahwa penghulu hadir memberikan manfaat yang lebih luas. Penanaman pohon durian di tanah wakaf merupakan ikhtiar membangun wakaf produktif, sedangkan santunan kepada anak yatim menjadi wujud kepedulian sosial.
“Semoga gerakan ini menjadi amal jariyah dan menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta memperkuat semangat berbagi,” ujarnya.

Selain penanaman pohon durian, APRI Bireuen juga menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan komitmen organisasi dalam menebarkan manfaat kepada masyarakat.
“Melalui peringatan Harlah ke-7 ini, APRI Bireuen terus mendorong semangat ekoteologi penghulu dalam pelestarian lingkungan, pemberdayaan wakaf produktif, penguatan ekonomi umat, serta kepedulian sosial demi terwujudnya lingkungan yang asri dan penuh dengan keberkahan,” tutupnya.
Kepala KUA Juli, Dr. Mursal, MH, menyerukan, agar masyarakat di Kecamatan Juli memperoleh manfaat dari aksi gerakan ekoteologi dan penghijauan dalam rangka harlah APRI ke-7 ini.
BACA JUGA: APRI Bireuen Gelar Rapat Persiapan Harlah ke-7, Diwarnai Pelepasan Dua Anggota yang Purna Tugas
“Semoga apa yang telah APRI Bireuen lakukan ini bisa berdampak bagi warga sekitar dan memberikan manfaat dengan adanya gerakan tanam pohon di lahan tanah wakaf,” ucapnya.
Selain aksi sosial dan keagamaan, APRI Bireuen juga merangkai harlah APRI ke-7 dengan kegiatan sepakbola ceria bertajuk Bimas Cup I 2026 selama dua hari yang diikuti enam tim gabungan dari 17 KUA plus seksi Bimas Islam.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd dan sejumlah jajarannya, Camat Juli, Hendry Maulana SIP MSM, jajaran pengurus APRI Bireuen, Ketua IPARI, aparatur gampong, mahasiswa KKN Literasi dari Universitas Syiah Kuala (USK), dan masyarakat setempat. (Red)










