KABAR BIREUEN, Peusangan Selatan – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun kembali jembatan-jembatan di Kabupaten Bireuen yang putus akibat diterjang banjir bandang pada akhir November 2025. Tiga jembatan rangka baja sudah masuk prioritas anggaran.
Hal itu disampaikan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, saat meninjau jembatan Ulee Jalan di Kecamatan Peusangan Selatan, Kamis (6/8/2026).
Tiga jembatan yang telah mendapat prioritas anggaran dari Pemerintah Pusat, jembatan Ulee Jalan, Peusangan Selatan dengan panjang 120 meter, terdiri dari dua bentang dan satu pilar bagian tengah.
“Jembatan Ulee Jalan segera dibangun. Paling cepat akhir 2026 dan paling lambat awal 2027. DED (Detail Engineering Design) pun sudah kita siapkan,” kata Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST.
Konstruksi jembatan ini menggunakan spesifikasi lebih kuat dibanding jembatan lama yang tipe C.
“Nantinya jembatan ini (Ulee Jalan) dibangun tipe B, setara dengan jembatan Pante Lhong yang memiliki kapasitas dan ketahanan lebih besar,” jelasnya.
Lalu, jembatan Mon Keulayu di Kecamatan Gandapura juga akan dibangun kembali. Menurut Mukhlis, jembatan ini panjangnya mencapai 200 meter.
Ketiga, jembatan Alue Limeng di Kecamatan Jeumpa telah mendapat sinyal dari Menteri PU bakal dibangun lagi. Panjang jembatan ini, sebut Bupati Mukhlis yang menguasai teknis kontruksi, ditaksir 180 meter.

Kepada wartawan Mukhlis mengungkapkan, ia berani menyampaikan ke publik tentang kepastian pembangunan kembali jembatan yang putus diterjang banjir bandang, setelah kunjungan Menteri PU, Ir. Doddy Hanggodo ke Bireuen beberapa waktu lalu.
“Yang saya sampaikan ini sesuai dengan informasi dari Bapak Menteri PU waktu berkunjung ke Bireuen,” ungkap Bupati Mukhlis.
Menurutnya, untuk membangun kembali tiga jembatan itu Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran hampir Rp500 miliar.
“Alhamdulillah Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan anggarannya hampir setengah triliun untuk tiga jembatan ini. Insya Allah tiga jembatan ini bisa dibangun sekaligus sesuai pernyataan Bapak Menteri PU. Dan targetnya selesai dalam waktu delapan bulan,” katanya.
Pada kesempatan itu Bupati Mukhlis menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri PU, Gubernur Aceh, Kepala BPJN serta semua pihak yang telah memberikan perhatian untuk pemulihan Kabupaten Bireuen pascabencana hidrometeorologi.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri PU yang sangat perhatian untuk Kabupaten Bireuen,” ucapnya.
Perlu diketahui, banjir besar yang melanda Bireuen pada akhir 2025 menyebabkan sedikitnya tujuh jembatan rangka baja putus total dan satu jembatan lainnya mengalami kerusakan pada bagian jalan pendekat.
Sebagian infrastruktur yang rusak telah ditangani melalui pembangunan darurat. Jembatan Krueng Tingkeum (Kecamatan Kuta Blang) dan Jembatan Teupin Mane (Kecamatan Juli) ditangani Pemerintah Pusat, sedangkan Jembatan Pante Lhong dan Jembatan Alue Limeng menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bireuen. (Rizanur)













