KABAR BIREUEN, Jangka – Revitalisasi UPTD SDN 7 Jangka, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025, mendapat perhatian langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Kamis (6/8/2026), Wapres meninjau hasil rehabilitasi sekolah yang kini kembali layak digunakan sebagai tempat belajar.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda peninjauan program revitalisasi satuan pendidikan pascabencana. UPTD SDN 7 Jangka merupakan salah satu sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November 2025.
Setibanya di lokasi, Wapres Gibran disambut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, M.Si., Bunda Guru Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, serta Kepala UPTD SDN 7 Jangka, Maryana, S.Pd.
Setelah menerima paparan mengenai proses revitalisasi sekolah, Wapres meninjau sejumlah ruang kelas yang telah selesai direnovasi. Ia melihat langsung kondisi bangunan yang kini kembali digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Kehadiran Wapres juga disambut antusias warga Desa Pante Ranub. Puluhan warga, yang didominasi kaum perempuan, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama.

Kepala UPTD SDN 7 Jangka, Maryana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Presiden ke sekolah yang dipimpinnya.
Ia menjelaskan, pascabencana hidrometeorologi pada November 2025, sebanyak tujuh ruangan di sekolah tersebut direhabilitasi melalui program prioritas pemerintah berupa revitalisasi sarana pendidikan.
BACA JUGA: Tinjau Pembangunan Jembatan Kuta Blang, Wapres Senang Lihat Progres Pekerjaan Hampir Rampung
“Ketujuh ruangan tersebut terdiri atas enam ruang kelas dan satu ruang perpustakaan,” ujar Maryana.
Meski revitalisasi fisik telah selesai, Maryana berharap pemerintah terus memberikan dukungan bagi sekolah, terutama melalui penyediaan fasilitas pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“Kami sangat berharap adanya bantuan lanjutan dari pemerintah, khususnya fasilitas belajar, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung semakin lancar, aman, dan nyaman,” katanya. (Hermanto)











