KABAR BIREUEN – Ratusan santri dari Dayah Darussa’adah Cabang Cot Bada Baroh, Kecamatan Peusangan, turun ke jalan membantu Polantas Bireuen melaksanakan Operasi Zebra Rencong 2019 di sejumlah persimpangan jalan dalam kawasan kota Bireuen, Kamis (24/10/2019).

Kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober 2019 lalu.

Para santriwan dan santriwati tersebut memenuhi sudut-sudut kota Bireuen dengan memakai pakaian jubah putih. Mereka tetap didampingi personel Polantas dalam melaksanakan operasi tersebut.

Bagi pengendara yang melanggar lalu lintas, diperiksa kelengkapan surat-suratnya oleh petugas. Sedangkan para santri datang mengerumuninya.

Kemudian, para santri satu persatu memberikan dakwah singkat atau tausiah kepada pelanggar. Mereka menjelaskan tentang pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain dalam ajaran agama Islam.

Bukan hanya itu, ada juga para santri yang duduk melingkari pelanggar lalu lintas. Lalu, mereka memanjatkan doa, agar para pelanggar bisa tertib berlalu lintas.

Kontan saja pemandangan tak biasa itu, mengundang perhatian masyarakat setempat. Razia tak lazim itu pun menjadi tontonan menarik bagi warga kota Bireuen dan juga pelintas jalan.

Mereka tertawa melihat tingkah polah pelanggar lalu lintas yang merasa malu diceramahi dan didoakan para santri. Tak ketinggalan, ada yang mengabadikannya dengan kamera HP momen unik tersebut.

Kapolres Bireuen melalui Kasatlantas Polres Bireuen Iptu Sandy Titah Nugraha, SIK, dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan, ini merupakan kegiatan pertama di Indonesia, peringatan Hari Santri Nasional berkolaborasi dengan Operasi Zebra Rencong 2019.

“Kami jajaran Satlantas Polres Bireuen berkolaborasi dengan Dayah Darrussa’adah, berusaha mengedukasi pengendara kendaraan bermotor dengan pendekatan keagamaan, agar mereka tertib berlalu lintas,” jelas Sandy.

Tujuannya, untuk memberikan rasa malu kepada pelanggar lalu lintas. Sebab, telah ikut sertanya anak-anak santri mengampanyekan tentang pentingnya tertib berlalu lintas bagi pengguna jalan.

Benar saja, seorang pengendara sepeda motor yang terjaring razia karena tidak menggunakan helm, tampak merasa malu. Dia bingung harus berbuat apa saat puluhan secara santri bergantian mendakwahinya, agar mentaati aturan berlalu lintas di depan khalayak ramai.

“Saya malu, Pak. Cara begini lebih terasa dibandingkan dengan ditilang,” ujar pria tersebut sambil menahan malu.

Selain itu, menurut Sandy, kegiatan ini juga bisa memberikan panggung aktualisasi bagi para santri. Terutama, untuk mengeksplore kemampuan diri dalam mensyi’arkan ajaran agama Islam di depan umum.

“Saya bangga dengan ratusan adik-adik santri pada sore hari ini yang begitu bersemangat. Mudah-mudahan pelanggar lalu lintas segera jera dan masyarakat Bireuen berubah menjadi lebih tertib dan maju,” jelas Sandy yang baru menjabat sebagai Kasatlantas Polres Bireuen ini selama 51 hari.

Kegiatan Operasi Zebra Rencong 2019 yang sekaligus digelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional ini, melibatkan 473 santri Dayah Darussa’adah Cabang Cot Bada Baroh dan 46 personel Polantas Bireuen.

Dalam operasi tersebut, memang sengaja tidak selembar pun dikeluarkan surat tilang kepada para pengendara yang kedapatan melanggar lalu lintas. Mereka hanya diberikan tausiah atau dinasehati, agar lain kali harus mentaati aturan berlalu lintas. Setelah itu, mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan. (Suryadi)

BAGIKAN