KABAR BIREUEN-Paska dicabutnya larangan keramaian oleh Kepolisian RI akibat pandemi covid 19, Pengajian dan Zikir Tasawuf, Tauhid dan Fiqih (Tastafi) bulanan Kecamatan Pandrah kembali diaktifkan oleh Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop.

Pengajian tersebut dilaksanakan di Masjid Besar Baitul Kiram Kecamatan Pandrah pada Kamis, (2/7/2020) malam.

Sebelumnya pengajian Tastafi bulanan tersebut rutin digelar setiap Jumat malam awal bulan, karena terkendala izin keramaian akibat covid, Pengajian tersebut sempat ditunda selama pandemi dan baru digelar kembali malam ini untuk edisi bulan Juli 2020.

Acara ini juga disiarkan oleh tiga stasiun radio, Yadara FM Jeunieb, Mutiara FM Beureuneun dan Dragon FM Takengon.

Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop dalam lanjutan kajian kitab Ihya ‘Ulumuddin karangan hujjatul islam Imam Al Ghazali menjelaskan hal-hal yang menjadi penyebab perusak amal kebajikan yang kedua setelah riya adalah ‘Ujub.

Tu Sop mengatakan ada dua alasan yang membahayakan seseorang kenapa harus menghindari sifat ‘Ujub itu.

Bahaya yang pertama sifat ‘ujub itu dapat menghalangi manusia untuk mendapatkan taufiq dan takyin (kekuatan berbuat taat) yang diberikan oleh Allah SWT, setiap manusia memiliki kekuatan, akan tetapi kekuatan manusia dalam dalam membuat kejahatan dan kemaksiatan bukan bagian dari taufiq dan takyin.

“Oleh karena itu ada tiga hal untuk mengantisipasi hilangya sifat berbuat kebaikan pada manusia, yaitu kikir yang dikuti, selera yang berlebihan dan ‘ujub manusia dengan dirinya,” elas Tu Sop yang juga Dewan Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI).

Bahaya yang Kedua sifat ‘ujub adalah dapat merusak amal shaleh seseorang, artinya amal kebaikan yang telah dilakukan manusia tidak ada harga sedikitpun dimata Allah.

Oleh karena demikian telah berkata Nabi Isa As “Wahai kelompok khawariyin, berapa banyak dari pada lampu yang sunguh dipadamkan oleh angin, dan berapa banyak dari pada orang yang beribadah yang sungguh dirusak akannya oleh ‘ujub”.

“Sifat ‘ujub ibarat tiupan angin memadamkan lilin, sungguh berbahayanya sifat ujub tanpa kita sadari bisa menghilangkan semua amalan kebaikan kita.,” tutup Tu Sop.(Al Fadhal/Jurnalis Warga)

BAGIKAN